Denpasar, IDN Times – Baru-baru ini media lokal di Bali, termasuk IDN Times Bali, menerbitkan tentang penetapan kematian mahasiswa di Kota Denpasar sebagai kasus bunuh diri. Kepolisian menetapkan ini berdasarkan hasil penelusuran dan forensik psikiatri. Terlepas dari kasus ini, ada satu poin menarik yang bisa dijadikan sebagai bahan diskusi dan edukasi. Yaitu hasil forensik percakapan (baik itu lewat chat, dan lainnya) orang untuk menggambarkan kondisi kesehatan jiwanya.
Dokter Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah Denpasar, Lely Styawati Kurniawan, mengulas contoh-contoh kalimat menyiratkan pesan depresi yang tidak boleh kita biarkan begitu saja. Orang-orang seperti ini membutuhkan support system dari orang terdekat dan segera ajaklah untuk bertemu orang profesional di bidangnya, bukan self-diagnosis. Berikut ini ulasannya.
Trigger warning! Artikel ini memuat pesan yang dapat mengganggu kenyamanan, reaksi mental dan fisik. Mohon kebijaksanaan pembaca.
