Longsor di Nusa Penida, Bangunan Suci dan Sepeda Motor Tertimbun

- Hujan deras berhari-hari di Nusa Penida memicu longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Klungkung pada Selasa malam, menyebabkan tebing batu kapur ambrol dan menimpa permukiman warga.
- Satu bangunan pelinggih hancur, dapur serta kamar mandi rusak, dan satu sepeda motor tertimbun material longsor; beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
- Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp225 juta, sementara warga bersama petugas kepolisian dan BPBD bergotong royong membersihkan sisa longsoran serta memastikan area aman dari potensi susulan.
Klungkung, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur wilayah Nusa Penida dalam beberapa hari terakhir memicu longsor di Banjar Buah, Desa Kutampi, Kabupaten Klungkung, Selasa malam (25/2/2026). Satu unit bangunan pelinggih hancur dan satu sepeda motor tertimbun material batu kapur.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 22.30 WITA. Tebing batu kapur yang berada di atas permukiman warga tiba-tiba ambrol setelah diguyur hujan berkepanjangan.
“Awalnya saksi melihat ada puing dan tanah yang mulai berjatuhan dari bangunan sanggah milik warga di atas tebing. Saat hendak memindahkan sepeda motor, longsor susulan yang lebih besar terjadi,” jelasnya, Rabu (26/2/2026).
1. Sepeda motor rusak tertimbun material longsor

Bangunan sanggah (tempat suci) milik I Ketut Terima yang berdiri di atas tebing ikut roboh. Material berupa batu kapur dan reruntuhan tembok menghantam area di bawahnya, termasuk sepeda motor Honda Vario 125 yang terparkir.
"Motor tersebut mengalami kerusakan parah karena tertimbun longsoran," ujar Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
2. Bangunan dapur, kamar mandi, hingga bangunan suci rusak

Tak hanya itu, dapur dan kamar mandi milik I Kadek Dwi Putra Yasa yang berada tepat di bawah tebing juga rusak akibat tertimpa material. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri saat longsor susulan terjadi.
"Selain itu bangunan sanggah (tempat suci) milik Ketut Terima juga rusak parah," ungkap Nyoman Alit Purnawibawa.
3. Kerugian materiil capai Rp225 Juta

Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp225 juta. Rinciannya, kerusakan sanggah dan pelinggih ditaksir sekitar Rp125 juta, sementara kerusakan bangunan rumah dan sepeda motor mencapai kurang lebih Rp100 juta.
Usai kejadian, warga setempat bergotong royong membersihkan sisa material longsor. Proses evakuasi turut dibantu personel kepolisian dan petugas BPBD setempat untuk memastikan area aman dari potensi longsor susulan.


















