Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kondisi Halaman Rumah Ini Ternyata Diam-Diam Bikin Tikus Betah
ilustrasi tikus (pexels.com/Denitsa Kireva)
  • Tikus sering tertarik ke halaman rumah karena sumber makanan terbuka seperti sampah, kompos, dan sisa makanan hewan peliharaan yang tidak segera dibersihkan.
  • Area dengan semak lebat, tumpukan kayu bakar lembap, serta tempat makan burung yang kotor menjadi lokasi ideal bagi tikus untuk bersembunyi dan berkembang biak.
  • Langkah pencegahan efektif meliputi menjaga kebersihan halaman, menutup rapat wadah makanan atau sampah, memangkas tanaman rutin, serta segera membuang buah jatuh agar tikus enggan datang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tikus suka datang ke halaman rumah kalau ada makanan dan tempat sembunyi. Mereka suka sampah yang terbuka, sisa makanan hewan, semak yang rimbun, kayu menumpuk, biji burung jatuh, dan buah busuk di tanah. Tikus bisa masuk rumah dan bikin rusak. Sekarang orang disuruh jaga halaman supaya bersih biar tikus gak betah lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya halaman rumah yang rapi belum tentu membuat tikus enggan datang. Tanpa disadari, ada beberapa kondisi di area luar rumah yang justru menjadi tempat favorit tikus untuk mencari makan, berlindung, hingga berkembang biak.

Akibatnya, tikus yang awalnya hanya berkeliaran di halaman bisa mulai masuk ke dalam rumah dan menimbulkan berbagai masalah. Mulai dari mencemari makanan, merusak barang, sampai menggigit kabel listrik, kehadiran tikus tentu gak boleh dianggap sepele.

Kabar baiknya, kamu gak harus mengubah seluruh halaman rumah untuk mengurangi risiko tersebut, kok. Cukup kenali beberapa kondisi yang paling sering menarik perhatian tikus, lalu lakukan penataan yang tepat.

1. Tempat sampah dan kompos yang gak tertutup rapat

ilustrasi tempat sampah (magnific.com/jannoon028)

Tempat sampah menjadi sumber makanan paling menarik bagi tikus. Sisa makanan, kulit buah, maupun limbah dapur yang dibuang begitu saja akan mengeluarkan aroma yang mudah tercium oleh hewan pengerat ini. Begitu mereka menemukan sumber makanan yang melimpah, tikus cenderung akan terus kembali ke lokasi yang sama.

Menurut Tiffany Yap, Direktur Urban Wildlands Science di Center for Biological Diversity, tempat sampah dan wadah kompos sebaiknya selalu menggunakan tutup yang rapat. Apabila wadah sudah retak atau gak bisa tertutup sempurna, sebaiknya segera diperbaiki atau diganti. Dengan begitu, aroma makanan gak gampang menyebar dan tikus pun lebih sulit mengakses isinya.

2. Makanan hewan peliharaan yang dibiarkan di luar

ilustrasi cat food, kucing peliharaan (pexels.com/Helena Lopes)

Kalau kamu sering memberi makan kucing atau anjing di halaman, sebaiknya jangan membiarkan makanannya tetap berada di luar terlalu lama, ya. Sisa makanan kering atau kibble yang berserakan ternyata bisa menjadi santapan mudah bagi tikus. Bahkan beberapa butir makanan saja sudah cukup menarik perhatian mereka.

Tiffany Yap menjelaskan, makanan dan air untuk hewan peliharaan yang dibiarkan semalaman juga bisa mengundang hewan lainnya. Karena itu, makanan sebaiknya segera disimpan kembali ke dalam wadah yang tertutup rapat setelah hewan selesai makan. Jangan lupa membersihkan remah-remah makanan yang tercecer supaya gak menjadi sumber makanan tambahan bagi tikus.

3. Semak yang terlalu lebat dan tanaman penutup tanah

ilustrasi halaman rumah, berkebun (unsplash.com/Lara John)

Halaman yang dipenuhi semak rimbun memang terlihat asri, tapi kondisi ini juga memberikan tempat persembunyian yang nyaman bagi tikus. Tanaman yang tumbuh rapat melindungi mereka dari predator seperti burung hantu, elang, maupun kucing. Selain itu, area yang tertutup juga membantu menjaga sarang tetap hangat.

Shane Dutka, seorang pemimpin pemasaran senior yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan pengendalian hama, menjelaskan bahwa semak sebaiknya dipangkas secara rutin agar tidak menyentuh tanah maupun dinding rumah. Ia juga menyarankan adanya jarak sekitar 30 hingga 45 sentimeter berupa tanah terbuka atau kerikil di antara tanaman dan fondasi rumah. Area terbuka seperti ini membuat tikus enggan melintas sekaligus memudahkanmu menemukan tanda-tanda keberadaan mereka sejak dini.

4. Tumpukan kayu bakar di dekat rumah

ilustrasi halaman rumah, kayu bakar (unsplash.com/Ries Bosch)

Tumpukan kayu bakar sering dianggap gak berbahaya, padahal tempat ini bisa berubah menjadi habitat yang ideal bagi tikus. Kayu yang disimpan terlalu lama cenderung lembap dan mulai mengalami pelapukan. Kondisi tersebut mengundang jamur, lumut, serangga kecil, hingga hewan lain yang akhirnya membentuk rantai makanan bagi tikus.

Daniel Baldwin, spesialis pencegahan hama dan kesehatan lingkungan di Hawx Smart Pest Control, menjelaskan bahwa tumpukan kayu sebaiknya diletakkan di atas rak supaya gak bersentuhan langsung dengan tanah. Selain itu, posisinya dianjurkan berjarak sekitar enam meter dari fondasi rumah. Sebelum membawa kayu ke dalam rumah, luangkan waktu untuk memeriksa apakah ada bekas gigitan, sarang, atau kotoran tikus yang menempel.

5. Tempat makan burung yang kurang terawat

ilustrasi bird feeder, tempat makan burung (pexels.com/Gundula Vogel)

Memberi makan burung memang bisa membuat halaman terasa lebih hidup. Namun, biji-bijian yang berjatuhan ke tanah sering kali justru menjadi makanan favorit tikus, lho. Biji bunga matahari, millet, maupun jagung pecah mengandung lemak yang cukup tinggi sehingga sangat disukai hewan pengerat tersebut.

Shane Dutka menjelaskan, tikus sebenarnya gak tertarik pada tempat makan burungnya, melainkan pada biji yang berserakan di bawahnya. Sementara itu, Daniel Baldwin menyarankan penggunaan wadah makan burung yang memiliki penampung biji supaya gak banyak yang jatuh ke tanah. Area di bawah tempat makan juga perlu rutin dibersihkan, dan sebaiknya posisinya gak terlalu dekat dengan semak maupun rumah.

6. Buah yang jatuh dan dibiarkan membusuk

ilustrasi halaman rumah, pohon apel (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Kalau kamu memiliki pohon buah di halaman, jangan menganggap buah yang jatuh sebagai hal sepele. Buah yang terlalu matang atau mulai membusuk menjadi sumber makanan yang sangat mudah ditemukan tikus. Kondisi ini biasanya semakin sering terjadi pada akhir musim berbuah ketika banyak buah berguguran.

Gil Bloom, seorang ahli entomologi di Standard Pest Management, menyarankan agar buah yang jatuh segera dipungut, dimasukkan ke dalam kantong, lalu dibuang. Buah yang sudah matang di pohon juga sebaiknya segera dipanen sebelum terlanjur jatuh ke tanah. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi sumber makanan yang membuat tikus betah berkeliaran di halaman rumah.

Mengusir tikus dari rumah bukan hanya soal memasang perangkap atau menggunakan racun. Langkah yang jauh lebih efektif adalah menghilangkan berbagai hal yang membuat mereka tertarik datang sejak awal. Mulai dari menjaga kebersihan tempat sampah, merapikan tanaman, hingga rutin membersihkan buah yang jatuh, semuanya bisa memberikan dampak besar dalam mencegah tikus bersarang di sekitar rumah. Dengan melakukan perawatan halaman secara rutin, rumah pun menjadi lebih bersih, nyaman, dan gak gampang didatangi hewan pengerat yang mengganggu.

Sumber:
https://www.marthastewart.com/backyard-features-attract-rodents-12015083
https://www.cdc.gov/healthy-pets/rodent-control/seal-up.html
https://extension.oregonstate.edu/news/how-keep-rats-away-your-home-yard

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article