Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah SD Minim Siswa di Karangasem, Guru Lebih Banyak dari Murid
Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. Istimewa)
  • SDN 6 Bhuana Giri di Karangasem kembali tanpa murid baru, hanya empat siswa aktif dengan jumlah guru lebih banyak dari siswanya.
  • Minimnya anak usia sekolah akibat banyak warga merantau membuat DPRD Karangasem mengusulkan penggabungan sekolah agar pembelajaran lebih efektif.
  • Disdikpora Karangasem menyatakan usulan penggabungan sekolah masih dikaji karena perlu mempertimbangkan aspek pelayanan pendidikan dan kondisi masyarakat sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun ajaran 2026/2027

SDN 6 Bhuana Giri memasuki tahun keempat berturut-turut tanpa menerima peserta didik baru.

Rabu (15/7/2026)

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, menyatakan sekolah kembali tidak mendapat siswa baru dan kini hanya memiliki empat siswa aktif. Pada hari yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengusulkan agar sekolah dengan kekurangan siswa digabung sementara dengan sekolah lain di sekitar.

tahun depan

Pihak sekolah berencana mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar ada calon siswa baru yang mendaftar.

kini

Disdikpora Karangasem melalui Kabid Sekolah Dasar, I Made Adriana Putra, menyebut wacana penggabungan sekolah masih dikaji karena memerlukan pertimbangan matang dari berbagai aspek.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    SD Negeri 6 Bhuana Giri di Karangasem kembali menjalani tahun ajaran tanpa murid baru, dengan total hanya empat siswa aktif dan jumlah guru yang lebih banyak dari siswanya.
  • Who?
    Kepala SDN 6 Bhuana Giri I Made Suartika, Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Wayan Sudira, serta Kabid Sekolah Dasar Disdikpora Karangasem I Made Adriana Putra terlibat dalam penanganan situasi ini.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di SD Negeri 6 Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.
  • When?
    Kondisi ini terjadi pada awal tahun ajaran baru 2026/2027 dan disampaikan pada Rabu, 15 Juli 2026.
  • Why?
    Penyebab utama adalah berkurangnya jumlah anak usia sekolah akibat banyak warga merantau ke Denpasar serta adanya pilihan sekolah lain di sekitar wilayah tersebut.
  • How?
    Sekolah tetap beroperasi dengan mengatur pembagian jam mengajar bagi tujuh tenaga pendidik. DPRD mengusulkan penggabungan sekolah sementara Disdikpora masih mengkaji rencana tersebut secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Karangasem ada sekolah yang muridnya cuma empat orang, dua di kelas tiga dan dua di kelas enam. Gurunya malah tujuh orang. Sekolah itu susah dapat murid baru karena anak kecil di sana sedikit, banyak orang pergi kerja ke kota. Ada yang bilang sekolahnya mau digabung sama sekolah lain, tapi belum diputuskan sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun SDN 6 Bhuana Giri menghadapi tantangan dengan jumlah siswa yang sangat sedikit, semangat dan komitmen para guru serta kepala sekolah tetap terjaga untuk mempertahankan layanan pendidikan di wilayahnya. Dukungan dari DPRD dan Disdikpora yang menaruh perhatian serius menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap keberlangsungan pendidikan di daerah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Suasana tahun ajaran baru biasanya identik dengan tawa anak-anak yang berlarian di halaman sekolah. Namun, pemandangan itu tak terlihat di SD Negeri 6 Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Saat sekolah lain sibuk menyambut peserta didik baru melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN 6 Bhuana Giri justru kembali menjalani tahun ajaran tanpa satu pun murid baru. Kini, hanya empat siswa yang masih belajar di sekolah tersebut. Tahun ajaran 2026/2027 menjadi tahun keempat berturut-turut SDN 6 Bhuana Giri tidak menerima peserta didik baru.

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika, mengatakan saat ini sekolah hanya memiliki empat siswa aktif. Dua siswa duduk di kelas III, sementara dua lainnya berada di kelas VI. Adapun kelas I, II, IV, dan V sama sekali tidak memiliki murid.

"Ya, tahun ini kami kembali tidak mendapat siswa baru," ujar Suartika, Rabu (15/7/2026).

Bahkan, jumlah tenaga pendidik di sekolah tersebut justru lebih banyak dibandingkan jumlah siswanya. SDN 6 Bhuana Giri memiliki tujuh tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari empat guru kelas, satu guru olahraga, satu guru agama, serta seorang kepala sekolah.

Kondisi ini membuat sekolah harus mengatur pembagian jam mengajar agar seluruh guru tetap dapat menjalankan tugasnya.

1. Penduduk semakin sedikit, anak usia sekolah pun ikut berkurang

Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. Istimewa)

Sepinya siswa ternyata bukan karena sekolah berhenti mencari peserta didik baru. Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari kondisi wilayah. Di sekitar sekolah hanya terdapat sekitar 50 kepala keluarga. Sebagian besar warga usia produktif telah merantau ke Denpasar, sementara yang masih tinggal didominasi warga lanjut usia.

Akibatnya, jumlah anak usia sekolah di kawasan tersebut terus menurun. Selain itu, keberadaan beberapa sekolah lain yang lokasinya tidak jauh dari SDN 6 Bhuana Giri juga membuat sebagian orang tua memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain.

Meski demikian, pihak sekolah belum menyerah. Mereka berencana mengintensifkan sosialisasi pada tahun depan dengan harapan setidaknya ada siswa baru yang mendaftar agar sekolah tetap bisa bertahan.

"Kami berharap tahun depan ada siswa yang mendaftar sehingga sekolah ini tetap bisa bertahan dan terus memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat," kata Suartika.

2. DPRD usulkan sekolah digabung

Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira. (Dok. Istimewa)

Kondisi sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit ikut menjadi perhatian DPRD Karangasem. Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengusulkan agar sekolah yang selama beberapa tahun kekurangan siswa sementara digabung dengan sekolah lain yang lokasinya berdekatan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif sekaligus membantu mengatasi persoalan kekurangan guru di Karangasem.

"Saya usulkan untuk digabung proses belajarnya untuk sementara, sembari mencari jalan keluar terbaik ke depannya. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan," ujar Sudira, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai saat ini terdapat kondisi yang tidak seimbang. Ada sekolah yang gurunya lebih banyak daripada siswanya, sementara di sekolah lain justru jumlah guru masih kurang.

3. Disdikpora akan kaji lagi usulan penggabungan sekolah

Suasana di SD N 6 Bhuana Giri yang minim siswa(Dok. IDN Times/ Istimewa)

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Karangasem, I Made Adriana Putra, mengatakan wacana tersebut memang muncul, namun belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.

Menurutnya, penggabungan sekolah harus melalui kajian yang matang karena menyangkut banyak aspek, mulai dari pelayanan pendidikan hingga kondisi masyarakat di sekitar sekolah.

"Memang ada gagasan untuk menggabungkan sekolah yang mendapat siswa sedikit, tapi hal tersebut harus dikaji dengan matang dulu," ujar Adriana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article