Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepolisian Sulit Menyimpulkan Kematian Pria di Pantai Gau
Evakuasi jenazah tanpa identitas di salah satu pantai di Kuta Selatan(Dok.IDN Times/istimewa)

Denpasar, IDN Times - Pihak Kepolisian Resor Kota Denpasar kesulitan menyimpulkan motif kematian Gifar Fadillah Suryana (26) warga Jawa Barat yang ditemukan di atas batu karang tepian Pantai Gau, Kecamatan Kuta Selatan pada Minggu (19/4/2026) pukul 15.00 Wita lalu. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, rekaman CCTV menunjukkan diduga korban terpantau memakai celana pendek lewat depan Sundays Beach Club pukul 06.19 am berjalan mengarah ke barat. Kepolisian mempertimbangkan lokasi kejadian merupakan area laut dan dengan disesuaikan dengan kronologisnya diduga korban mengalami kecelakaan laut.

"Korban belum diketahui pasti mandi atau terjatuh. CCTV yang didapat dari beberapa tempat, terlihat diduga korban berjalan sendirian menyisir pantai ke arah barat, dan dari story korban yang sempat dilihat pihak keluarga, korban sempat posting sedang berada antara di tepian atau sedang berada di tengah laut di atas bebatuan dan air laut tampak mulai membesar," terangnya pada Rabu (22/4/2026).

1. Keluarga korban menolak autopsi dan menerima sebagai musibah

Unit Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)

Pihak keluarga yang diwakili kakak kandung korban, Gita Nurlina Suryana menolak rencana autopsi kepada korban. Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan menyatakan tidak mencurigai siapapun atas meninggalnya korban. Jenazah korban juga telah diserahterimakan kepada keluarga pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Barang-barang milik korban yang ditemukan didalam jok sepeda motor juga sudah dikembalikan kepada kakak kandungnya.

"Keluarga korban tidak mencurigai atau menuduh siapapun atas meninggalnya korban dan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum kepada pihak manapun atas meninggalnya korban," terang Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

2. Korban menyampaikan hendak melihat sunrise

ilustrasi sunrise di Bali (unsplash.com/Sebastian Pena Lambarri)

Hasil pemeriksaan saksi penyedia jasa sewa sepeda motor, Pedro (24) mengatakan, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 01.00 Wita mendapatkan pesan dari korban yang berniat menyewa kendaraan. Selanjutnya keduanya sepakat seharga Rp160 ribu sejak pukul 04.00 Wita hingga 21.00 Wita. Sebelum pukul 04.00 Wita saksi mengantarkan sepeda tersebut kepada korban yang tinggal di Jalan Gunung Cemara. Saksi sempat bertanya kepada korban hendak kemana, dan dijawab hendak ke Pantai Melasti untuk melihat sunrise.

"Hasil analisa rekaman CCTV di sekitar kost korban terpantau korban keluar dari kost seorang diri dengan menggunakan sepeda motor Scoopy pukul 04.00 Wita," ujarnya.

3. Diduga korban sendirian menyusuri pantai

Rekaman CCTV diduga korban yang ditemukan meninggal di Pantai Gau (Dok.IDN Times/screenshot)

Hasil pemeriksaan CCTV di area Pantai Melasti korban terpantau masuk ke arah pantai sekitar pukul 05.43 Wita. Pada pukul 05.55 Wita korban memarkir kendaraannya dan turun berjalan kaki ke arah pantai. Rekaman CCTV di Pantai Melasti merekam diduga korban mengarah ke laut, berjalan sendiri diduga korban menyusuri pinggir pantai sampai menuju tebing saat air laut surut pukul 06.19 Wita.

"Petugas kembali menyusuri TKP di areal Pantai Melasti  ke arah barat sampai di bawah tebing Hotel Alila tempat ditemukan korban, guna menemukan pakaian dan handphone yang lain milik korban," terangnya.

Editorial Team