Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kematian Misterius Colik di Klungkung, Kalung Emas 70 Gram Hilang
Polisi saat evakuasi jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa).
  • I Nyoman Cita ditemukan meninggal di aliran Tukad Bubuh dengan beberapa luka terbuka, sementara kalung emas 70 gram miliknya dilaporkan hilang.
  • Keluarga menyetujui autopsi karena menemukan luka tidak wajar dan menduga adanya unsur kekerasan dalam kematian korban.
  • Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUP Prof. Ngoerah untuk memastikan penyebab kematian serta jenis benda yang menyebabkan luka pada tubuh korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 Juli 2026

Sore hari, Nyoman Colik berpamitan kepada istrinya dan diduga pergi ke kawasan aliran Tukad Bubuh. Hingga pukul 20.00 Wita ia belum pulang, sehingga keluarga melakukan pencarian dan menemukan sepeda motor serta ponselnya di dekat Perumahan Pesona Lepang.

2 Juli 2026

Pagi hari, jenazah Nyoman Colik ditemukan mengambang di aliran Tukad Bubuh dengan tiga luka terbuka di tubuhnya. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk diautopsi atas persetujuan keluarga.

kini

Polisi masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik RSUP Prof. Ngoerah untuk memastikan penyebab kematian Nyoman Colik dan mendalami dugaan adanya tindak kekerasan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pria bernama I Nyoman Cita alias Nyoman Colik ditemukan meninggal dunia dengan luka di tubuhnya, sementara kalung emas seberat sekitar 70 gram yang biasa dipakainya dilaporkan hilang.
  • Who?
    Korban adalah I Nyoman Cita, warga Desa Negari, Klungkung. Kasus ini ditangani oleh Polres Klungkung dan keluarga korban diwakili oleh adiknya, I Ketut Buda Ana.
  • Where?
    Jenazah korban ditemukan di aliran Tukad Bubuh, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Autopsi dilakukan di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.
  • When?
    Korban berpamitan pada Rabu sore, 1 Juli 2026, dan ditemukan meninggal pada Kamis pagi, 2 Juli 2026. Proses autopsi dilakukan pada hari yang sama.
  • Why?
    Penyebab kematian masih belum diketahui secara pasti. Polisi menduga ada unsur kekerasan karena ditemukan tiga luka terbuka di tubuh korban dan perhiasan emasnya hilang.
  • How?
    Keluarga menemukan motor dan ponsel korban terparkir sebelum jasadnya ditemukan mengambang di sungai. Polisi menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian dan jenis benda penyebab luka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang bapak bernama Nyoman Colik ditemukan sudah meninggal di sungai. Di badannya ada luka-luka dan kalung emasnya yang besar hilang. Keluarganya sedih dan bilang itu aneh. Polisi membawa tubuhnya ke rumah sakit untuk diperiksa supaya tahu kenapa dia bisa meninggal. Sekarang polisi masih menunggu hasilnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kasus kematian Nyoman Colik masih menyisakan misteri, langkah keluarga yang segera menyetujui autopsi menunjukkan sikap terbuka terhadap proses hukum dan keinginan kuat mencari kebenaran. Kerja sama antara keluarga dan kepolisian, serta keterlibatan tim forensik RSUP Prof. Ngoerah, mencerminkan upaya serius memastikan penyebab kematian terungkap secara ilmiah dan transparan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times – Kasus kematian I Nyoman Cita alias Nyoman Colik (50), warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, masih menyisakan tanda tanya. Selain ditemukan meninggal dengan sejumlah luka di tubuhnya, keluarga mengaku perhiasan emas yang biasa dikenakan korban juga hilang.

Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Kota Denpasar, untuk menjalani autopsi, pada Kamis (2/7/2026). Keluarga berharap hasil pemeriksaan forensik dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Adik korban, I Ketut Buda Ana, mengatakan pihak keluarga menyetujui autopsi karena menemukan sejumlah luka yang dianggap tidak wajar pada tubuh korban. Mereka juga menduga ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

"Kami setuju dilakukan autopsi karena ada luka-luka di tubuh korban. Selain itu, ada dugaan tindak kekerasan dan perhiasan korban juga hilang," kata Buda Ana, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, perhiasan yang diduga hilang berupa kalung emas seberat sekitar 70gr (gram) beserta liontin emas Antam. Perhiasan tersebut hampir selalu dikenakan korban saat beraktivitas sehari-hari. Sementara itu, cincin emas yang dipakai korban masih ditemukan melekat di jarinya.

1. Korban sempat berpamitan sebelum menghilang

Polisi saat evakuasi jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Buda Ana menuturkan, sebelum dinyatakan hilang, korban sempat berpamitan kepada istrinya, pada Rabu (1/7/2026) sore. Saat itu korban mengaku sedang merasa penat. Istri korban menduga suaminya pergi ke kawasan aliran Tukad Bubuh, lokasi yang memang kerap didatangi korban. Namun hingga sekitar pukul 20.00 Wita, korban tak kunjung pulang sehingga anaknya meminta bantuan keluarga untuk melakukan pencarian.

"Kata anaknya, bapaknya belum pulang. Lalu saya dihubungi untuk ikut mencari," ujarnya.

Saat pencarian dilakukan di sekitar jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, keluarga menemukan sepeda motor korban masih terparkir dalam kondisi terkunci. Di lokasi yang sama juga ditemukan telepon seluler milik korban, tetapi pakaian yang dikenakan korban tidak ditemukan.

2. Ditemukan tiga luka terbuka di tubuh korban

Pihak keluarga dari I Nyoman Cita alita Colik yamh ditemukan meninggal aliran Sungai Bubuh masih tampak berduka. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Korban ditemukan meninggal mengambang di aliran Tukad Bubuh, pada Kamis (2/7/2026) pagi. Ada sejumlah luka robek di bagian pinggang dan perut korban.

"Ada tiga luka terbuka yang kami ditemukan di tubuh dari korban. Kami sudah meminta persetujuan keluarga, untuk dilakukan autopsi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Kasat Reskrim Polres) Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo.

3. Polisi masih menunggu hasil autopsi

Polisi saat olah TKP di lokasi penemuan jenazah I Nyoman Cita alita Colik di aliran Sungai Bubuh. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik RSUP Prof Ngoerah untuk memastikan penyebab kematian Nyoman Cita. Sebelumnya, polisi menyebut adanya dugaan tindak kekerasan berdasarkan temuan luka pada tubuh korban. Namun, kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Kami masih menunggu hasil autopsi untuk mencari tau lika di tubuh korban apakah karena benda tajam seperti pisau atau yang lainnya. Ini kami dalami lagi," ujar Reno Chandra Wibowo.

Editorial Team

Related Article