Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Selidiki Kasus Penyekapan Pemuda di Hotel Kawasan Badung
Kasus penyekapan dan pengeroyokan di salah satu hotel di Kedonganan (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Seorang pria asal Sumba Barat berinisial YKB mengaku disekap dan dianiaya di dua kamar hotel kawasan Kedonganan, sebelum berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi.

  • Korban awalnya mengenal para pelaku melalui aplikasi Tinder dengan tawaran pekerjaan, namun justru diminta uang Rp4 juta dan kemudian dituduh melakukan pelecehan.

  • Lima pelaku diduga memukul serta menendang korban hingga luka-luka, sementara polisi menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan intensif tanpa keterangan lebih lanjut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kasus penyekapan dan pengeroyokan terhadap seorang pria asal Sumba Barat terjadi di hotel kawasan Kedonganan, Kabupaten Badung. Korban mengalami luka-luka setelah diduga disiksa oleh beberapa orang pelaku.
  • Who?
    Korban berinisial YKB (24) asal Sumba Barat. Polisi menyebut korban berinteraksi dengan Bu Amanda, Bu Kenzo, tiga laki-laki, dan satu orang lainnya yang kini masih dalam penyelidikan.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di kamar nomor 309 dan 310 hotel kawasan Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali. Korban kemudian meminta pertolongan warga di sekitar lokasi hotel.
  • When?
    Peristiwa terjadi pada Sabtu pagi, 9 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 Wita. Keterangan resmi dari kepolisian disampaikan Kamis, 11 Juni 2026.
  • Why?
    Korban awalnya diajak bertemu untuk menandatangani kontrak kerja setelah ditawari pekerjaan melalui aplikasi Tinder. Namun pertemuan berubah menjadi dugaan pemerasan dan kekerasan fisik oleh para pelaku.
  • How?
    Korban diminta uang Rp4 juta untuk pakaian kerja lalu dituduh melakukan pelecehan. Barang pribadinya disita, ia dipukul serta ditendang hingga luka sebelum berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Seorang laki-laki asal Sumba Barat berinisial YKB (24) mengaku menjadi korban penyekapan di kamar nomor 309 dan kamar 310 hotel kawasan Kedonganan, Kabupaten Badung. Korban yang mengalami sejumlah luka kemudian meminta tolong kepada warga setelah berhasil menyelamatkan diri sekitar pukul 06.00 Wita Sabtu lalu, 9 Juni 2026. Kejadian tersebut dilaporkan resmi ke Mapolsek Kuta.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota (Kasi Humas Polresta) Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyampaikan kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut

"Masih dalam penyelidikan intensif. Jadi belum bisa memberikan statement," ungkapnya, Kamis (11/6/2026).

Kasus penyekapan dan pengeroyokan di salah satu hotel di Kedonganan (Dok.IDN Times/istimewa)

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, korban berkomunikasi dengan terlapor melalui aplikasi Tinder untuk mendapatkan pekerjaan. Korban ditawari pekerjaan sebagai administrasi dan asisten pribadi di sebuah vila wilayah Umalas, Kerobokan.

Korban berkomunikasi dengan Bu Amanda, Bu Kenzo, tiga orang laki-laki, dan satu orang lainnya. Korban diajak bertemu di hotel, dengan alasan untuk tanda tangan kontrak kerja. Namun, korban dimintai uang Rp4 juta untuk pembayaran pakaian. Uang tersebut dijanjikan akan dikembalikan setelah nota keluar.

"Para pelaku menuduh korban melakukan pelecehan terhadap satu pelaku, kemudian menyita dua handphone, laptop, KTP, dan paspor korban," ungkapnya.

Selain itu, korban juga mendapatkan ancaman dari terlapor. Korban diminta membayar Rp100 juta. Tidak sampai di situ, korban dipukul dan ditendang oleh lima pelaku hingga mengalami sejumlah luka.

Saksi yang dimintai tolong oleh korban mengaku melihat korban dalam kondisi panik, penuh luka pada bagian pelipis kiri, dan lebam-lebam pada wajahnya. Saksi kemudian bertanya, lalu korban menjawab dirinya mengalami penyiksaan dan penyekapan di Hotel Liberta.

Saksi meminjamkan handphone untuk menghubungi orangtuanya, dan membantu korban bersembunyi. Korban sempat diantar ke rumah sakit saat itu, sekaligus melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat.

Pihak hotel belum memberikan respon terkait kasus ini saat dihubungi Kamis malam. Sedangkan pihak korban mengatakan akan memberikan keterangan segera kepada awak media.

Editorial Team

Related Article