Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Kampus Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026, Bali Masuk Berapa?
Universitas Udayana. (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Webometrics 2026 merilis daftar 10 kampus terbaik di Indonesia berdasarkan analisis prestasi dan iklim riset universitas.
  • BRIN Learning Management System muncul dalam daftar, meski bukan universitas melainkan platform pembelajaran daring milik BRIN.
  • Kampus di Bali belum masuk 10 besar, namun Universitas Udayana menempati peringkat 25 nasional dan 1967 global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Mengakhiri masa pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), kamu dapat melanjutkan pilihan ke dunia kerja maupun kuliah.

Jika masih kebingungan dengan pilihan kampus di Indonesia, maka kamu dapat mengecek 10 kampus terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026. Webometrics merupakan platform independen yang mengurutkan peringkat kampus dalam negeri dan luar negeri.

Menggunakan berbagai teknis analisis, misalnya rekam jejak prestasi hingga iklim riset universitas, Webometrics juga mengingatkan akurasi peringkat ini tidak sepenuhnya valid. Meskipun demikian, ini dapat menjadi pilihan alternatif terhadap rencanamu menempuh pendidikan di kampus impian. Berikut rincian 10 kampus terbaik di Indonesia versi Webometrics 2026. Kira-kira kampus di Bali ada yang masuk gak ya?

10 Kampus Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026, Bali Masuk Berapa?

Ranking  di Indonesia

Ranking Global

Nama Universitas

1

469

Universitas Indonesia

2

589

Universitas Gadjah Mada

3

726

Universitas Airlangga

4

835

Institut Teknologi Bandung

5

924

Universitas Padjadjaran Bandung

6

972

Universitas Brawijaya

7

986

IPB University

8

1017

BRIN Learning Management System

9

1017

Universitas Sebelas Maret

10

1039

Universitas Diponegoro

Sumber: Webometrics 2026

Penjelasan tentang BRIN Learning Management System dan Universitas di Bali

Ilustrasi kuliah online (IDN Times/Candra Irawan)

BRIN Learning Management System bukanlah universitas ataupun kampus. Ini merupakan bagian dari sistem manajemen kursus atau belajar online atau daring versi BRIN. Tidak ada alasan spesifik Webometrics memasukkan BRIN Learning Management System ke dalam peringkat 10 kampus terbaik di Indonesia.

Sementara itu, bagaimana dengan kampus di Bali? Jika melihat urutan 10 peringkat di atas, kampus di Bali tidak termasuk. Meski demikian, Universitas Udayana (Unud) berada di peringkat 25 se-Indonesia versi Webometrics 2026 dengan peringkat 1967 secara global.

FAQ Seputar Kampus Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026

Apa saja indikator utama yang digunakan Webometrics dalam menentukan peringkat universitas?

Webometrics menggunakan tiga indikator utama dengan bobot penilaian yang berbeda, yaitu:Visibility/Impact (50%): Menilai dampak konten web melalui jumlah jaringan eksternal (backlink) yang merujuk ke situs resmi kampus.Transparency/Openness (10%): Mengukur keterbukaan akademik berdasarkan jumlah sitasi dari para peneliti teratas institusi tersebut (kini memanfaatkan data dari OpenAlex).Excellence/Scholar (40%): Menghitung jumlah artikel ilmiah sitasi tertinggi yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi.

Seberapa sering Webometrics memperbarui daftar peringkat perguruan tinggi ini?

Peringkat Webometrics diperbarui secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada edisi Januari dan edisi Juli.

Kampus Swasta (PTS) mana yang menempati peringkat tertinggi di Indonesia versi Webometrics 2026?

Berdasarkan data Webometrics 2026, Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Telkom University secara konsisten bersaing di posisi teratas sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia, yang bahkan menembus peringkat 15 besar nasional secara keseluruhan.

Mengapa jumlah artikel blog atau halaman situs yang banyak tidak lagi otomatis membuat peringkat sebuah kampus naik drastis?

Hal ini dikarenakan Webometrics telah menghapus indikator Presence (jumlah halaman web yang terindeks Google). Metodologi terbaru kini lebih berfokus pada kualitas substansi, keterbukaan akses sains (Open Science), dan dampak nyata dari riset ilmiah yang dihasilkan oleh civitas akademika kampus, bukan sekadar kuantitas halaman webnya.

Editorial Team

Related Article