Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Juliarta Akui Mengeluarkan Bupati Klungkung dari Grup WA Gerindra

Juliarta Akui Mengeluarkan Bupati Klungkung dari Grup WA Gerindra
Baju putih: Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. (Facebook.com/PemerintahanProvinsiBali)
Share Article

Klungkung, IDN Times - Suasana internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Klungkung kian panas. Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC Partai Gerindra Klungkung, I Ketut Juliarta, blak-blakan mengaku sebagai pihak yang mengeluarkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dari grup WhatsApp DPC Gerindra Klungkung.

Alasannya bukan semata-mata karena bertemu presiden. Tapi menurutnya Suwirta sudah tidak mampu lagi membawa amanah partai.

1. Bupati Suwirta sama sekali tidak berjuang untuk caleg Gerindra

Ketua OKK DPC Partai Gerindra Klungkung, I Ketut Juliarta, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ketua OKK DPC Partai Gerindra Klungkung, I Ketut Juliarta, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ketut Juliarta mengakui mengeluarkan Nyoman Suwirta dari grup WhatsApp DPC Partai Gerindra Klungkung, Kamis (18/4) lalu, beberapa hari sebelum Suwirta bertemu dengan Jokowi di Istana negara, Senin (22/4).

Alasannya, Juliarta mengaku sangat kecewa dengan Suwirta yang tidak mau berjuang untuk para calon legistlatif (Caleg) Gerindra yang berjuang dalam pemilihan legislatif (Pileg)

"Saat Pilkada, kami kader Gerindra yang berjuang mendukung hingga ia naik menjadi bupati. Tapi saat pileg, ia sama sekali tidak berjuang untuk caleg. Bantu kampanye kek, ia tidak ada berjuang untuk caleg. Inilah yang membuat saya kecewa," ungkap politisi muda yang lolos ke Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali ini, Selasa (21/5).

2. Isi percakapan yang beredar itu benar, tapi tidak bermaksud menghujat bupati

Dua dari kanan foto: Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (facebook.com/PemerintahanProvinsiBali)
Dua dari kanan foto: Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (facebook.com/PemerintahanProvinsiBali)

Ketut Juliarta tidak menampik kebenaran screenshot percakapan di grup WhatsApp Partai Gerindra Bali yang menyudutkan Bupati Suwirta.

Menurutnya, percakapan itu berlangsung tanggal 23 April malam, atau sehari setelah Suwirta bertemu dengan Jokowi di istana negara.

"Saya memang ikut di percakapan itu, tapi tidak ada maksud menghujat Bupati," ungkap Juliarta.

Ia enggan menjelaskan lebih jauh tentang perbincangan itu, karena merupakan urusan internal partai.

"Motifnya saya yakin sengaja membenturkan Bupati dan Gerindra, agar bupati pindah partai," jelas Juliarta.

3. Penyebar percakapan WhatsApp grup bisa kena UU ITE

pixabay.com/TeroVesalainen
pixabay.com/TeroVesalainen

Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, enggan berkomentar banyak terkait beredarnya screenshot percakapan grup WhatsApp tersebut. Tapi ia meyakini, oknum yang sengaja menyebar itu bisa dikenakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Biarkan yang membagikan itu kena ITE. Biar pihak hukum yang menyelidiki," ungkap Wayan Baru.

"Saya tidak mau komentar dulu, saya tidak tahu apa-apa. Jarang buka seperti itu," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wayan Antara
EditorWayan Antara

Latest News Bali

See More

Tim SAR Evakuasi 3 Buruh Terjebak Air Pasang di Uluwatu

28 Jun 2026, 13:32 WIBNews