Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inflasi Bali 3,45 Persen, Tertinggi dalam Empat tahun
Ilustrasi pedagang cabai, bawang, dan sembako lainnya di Pasar Badung. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Inflasi Bali pada Agustus 2026 mencapai 3,45 persen secara tahunan, tertinggi dalam empat tahun terakhir, melampaui angka Agustus 2024 sebesar 2,32 persen dan 2025 sebesar 2,65 persen.
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,16 persen, disusul transportasi 0,76 persen.
  • Bensin menyumbang 0,41 persen terhadap inflasi dengan kenaikan harga 7,92 persen; BPS menilai inflasi 3,45 persen masih relatif terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Inflasi tahunan Provinsi Bali pada Agustus 2026 tercatat 3,45 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi menjadi penyumbang terbesar.
  • Who?
    BPS Provinsi Bali mencatat data inflasi tersebut. Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan keterangan di Denpasar.
  • Where?
    Inflasi tercatat di Provinsi Bali. Keterangan disampaikan dari Kantor BPS Provinsi Bali di Denpasar.
  • When?
    Data mencakup periode Agustus 2026 dan disampaikan pada Selasa, 1 September 2026.
  • Why?
    Makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 1,16 persen inflasi, sedangkan transportasi 0,76 persen. Bensin menjadi komoditas utama dengan andil 0,41 persen, di tengah akses BBM yang cukup sulit di sejumlah daerah.
  • How?
    Inflasi bensin tercatat 7,92 persen. Agus menyatakan inflasi 3,45 persen masih relatif terkendali, sementara kenaikan pendapatan masyarakat diperlukan agar daya beli tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi Provinsi Bali periode Agustus 2026 di angka 3,45 persen. Angka inflasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan periode Agustus 2024 dan 2025 yang secara berturut-turut di angka 2,32 persen dan 2,65 persen.

“Secara year on year (tahun ke tahun), inflasi ini tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Inflasi itu dampak yang paling jelas ke daya beli masyarakat,” ujar Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Kantor BPS, pada Selasa (1/9/2026).

1. Makanan, minuman, dan tembakau sebagai kelompok pengeluaran andil inflasi tertinggi

Keramaian di Pasar Badung, dari wisata kuliner hingga membeli sembako. (IDN Times/Yuko Utami)

Agus memaparkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai andil tertinggi inflasi di Bali yakni sebesar 1,16 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran transportasi adalah andil inflasi kedua sebesar 0,76 persen. 

Komoditas utama penyumbang inflasi Agustus 2026 di Bali adalah bensin sebesar 0,41 persen dengan angka inflasi bensin yakni 7,92 persen. Kenaikan ini juga selaras dengan adanya kondisi akses bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah termasuk Bali yang cukup sulit.

2. Angka inflasi Agustus 2026 relatif terkendali

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan. (IDN Times/Yuko Utami)

Agus menjelaskan inflasi tinggi yang diikuti kenaikan pendapatan masyarakat, mampu menjaga gaya beli. Jika tidak ada peningkatan pendapatan, sementara inflasi terus meningkat, lama-kelamaan akan memengaruhi daya beli masyarakat.

“Mudah-mudahan inflasinya naik, pendapatan masyarakatnya masih mampu untuk mengonsumsi barang-barang tersebut,” kata dia.

Meskipun angka inflasi Agustus 2026 tertinggi dalam 4 tahun terakhir, Agus mengatakan bahwa besaran ini masih relatif terkendali.

“Kalau besarannya sudah di atas 5 persen baru (waspada) 3,45 persen baru soso (not so good not so bad atau standar) lah, masih relatif terkendali,” imbuhnya.

Editorial Team

Related Article