Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan Tiga Hari Picu 22 Bencana di Karangasem
Bencana setelah cuaca buruk di Klungkung dalam 3 hari terakhir(Dok. IDN Times/BPBD Karangasem).
  • Hujan deras 26–28 Juli 2026 memicu 22 bencana di Karangasem, meliputi longsor, banjir, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur, dengan kerugian sementara Rp165 juta.
  • Kecamatan Karangasem paling terdampak, dengan banjir merendam rumah dan menggerus pondasi jembatan, serta longsor dan kerusakan bangunan menghambat akses warga.
  • BPBD bersama aparat desa, relawan, dan instansi terkait menangani laporan; warga di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, serta sekitar pohon besar diminta meningkatkan kewaspadaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 hingga 28 Juli 2026

Hujan berintensitas tinggi memicu 22 bencana di Karangasem, termasuk longsor, banjir, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp165 juta, dengan sebagian lokasi masih dalam asesmen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 22 bencana, meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur, terjadi di Kabupaten Karangasem. Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp165 juta.
  • Who?
    BPBD Karangasem, aparat desa, relawan, instansi terkait, dan warga terdampak terlibat dalam penanganan. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiartha menyampaikan data kejadian.
  • Where?
    Kejadian tersebar di Karangasem, terutama Kecamatan Karangasem, Manggis, dan Bebandem, termasuk Desa Subagan, Pertima, Seraya Tengah, Antiga, Tenganan, serta Bungaya Kangin.
  • When?
    Bencana tercatat berlangsung selama 26–28 Juli 2026, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Karangasem selama tiga hari.
  • Why?
    Hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai, longsor, pohon tumbang, kerusakan bangunan, serta gangguan akses jalan dan jembatan di sejumlah lokasi.
  • How?
    BPBD menindaklanjuti laporan bersama aparat desa, relawan, dan instansi terkait. Sebagian besar kejadian telah ditangani, sedangkan kerusakan infrastruktur di beberapa lokasi masih dalam asesmen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah cuaca ekstrem yang memicu berbagai kerusakan, respons cepat BPBD Karangasem bersama aparat desa, relawan, dan instansi terkait menunjukkan koordinasi penanganan yang berjalan aktif. Sebagian besar dari 22 kejadian telah ditangani, sementara pendataan dan asesmen di lokasi infrastruktur terdampak terus dilakukan untuk mendukung langkah berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karangasem, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Karangasem selama tiga hari terakhir memicu puluhan bencana di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat 22 kejadian, mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp165 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiartha, mengatakan seluruh laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti bersama aparat desa, relawan, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat.

"Selama periode 26 hingga 28 Juli 2026 kami mencatat sebanyak 22 kejadian bencana akibat hujan berintensitas tinggi. Sebagian besar sudah berhasil ditangani, sedangkan beberapa lokasi yang mengalami kerusakan infrastruktur masih dalam tahap asesmen untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

1. Kecamatan Karangasem jadi wilayah paling rerdampak

Bencana setelah cuaca buruk di Klungkung dalam 3 hari terakhir(Dok. IDN Times/BPBD Karangasem).

BPBD mencatat Kecamatan Karangasem menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Bencana tersebar di Desa Pertima, Subagan, Karangasem, hingga Seraya Tengah.

Di Banjar Link Tengah, Desa Subagan, sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga. Arus deras juga menggerus pondasi jembatan menuju Pura Dalem Desa Adat Subagan sehingga akses tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Sementara itu, hujan deras merobohkan sejumlah tembok penyengker rumah, kandang ternak, serta bangunan penyimpanan gabah di Banjar Asak Kawan, Desa Pertima. Longsor juga sempat menutup jalan rabat beton di kawasan Bukit dan Desa Seraya Tengah sehingga menghambat mobilitas warga.

2. Longsor dan pohon tumbang dominasi di Manggis dan Bebandem

Bencana setelah cuaca buruk di Klungkung dalam 3 hari terakhir(Dok. IDN Times/BPBD Karangasem).

Bencana serupa juga melanda Kecamatan Manggis. Longsor dilaporkan menimpa rumah warga di Desa Antiga, merusak senderan Pura Dalem Desa Adat Gumung, hingga mengancam bangunan Puskesmas Pembantu Gumung akibat ambrolnya senderan.

Selain longsor, pohon tumbang menutup ruas jalan kabupaten di wilayah Tenganan dan Antiga sehingga harus segera dievakuasi petugas bersama warga.

Di Kecamatan Bebandem, pohon tumbang merusak garasi rumah warga di Desa Bungaya Kangin dan menutup akses jalan setapak. Hujan deras juga menyebabkan dinding salah satu rumah warga di Desa Bungaya mengalami kerusakan.

3. BPBD minta warga mewaspadai cuaca ekstrem

Bencana setelah cuaca buruk di Klungkung dalam 3 hari terakhir(Dok. IDN Times/BPBD Karangasem).

Aditya menyebut total kerugian akibat rangkaian bencana tersebut sementara ditaksir mencapai sekitar Rp165 juta. Nilai tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah lokasi.

Ia mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar pohon berukuran besar untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

"Kami mengimbau warga agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar pohon-pohon besar. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, sebaiknya mengurangi aktivitas di lokasi yang berisiko dan segera melaporkan apabila terjadi bencana agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," kata Aditya.

Editorial Team

Related Article