Denpasar, IDN Times - Meninggalnya deteni berkewarganegaraan Australia, laki-laki berinisial CJMH (39) pada Jumat lalu. 10 julk 2026 pukul 20.00 Wita, dinyatakan adanya upaya korban mengakhiri hidup. Namun, di satu sisi, ada kelainan pada ukuran jantung dan mengerasnya pembuluh darah jantung. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah Denpasar, dr. Ida Bagus Putu Alit, di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar, pada Kamis (16/7/2026).
Saat ini forensik sedang melakukan pemeriksaan patologi anatomi pada jantung CJMH, yang diketahui ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan dengan ukuran jantung normal.
"Jadi untuk sementara yang dapat kami sampaikan bahwa penyebab kematian yang bisa dipertimbangkan itu adalah adanya penekanan pada leher yang menyebabkan perdarahan di bawah selaput lunak otak dan mati lemas, yang dipicu kematiannya oleh kelainan jantungnya," jelasnya.
