Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 3 Januari 2025

Hari Baik Menurut Hindu Bali 3 Januari 2025
Ilustrasi koki.(pixabay.com/waytoospicy)
Share Article

Hari baik menurut Hindu Bali pada Jumat, 3 Januari 2025 adalah carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah. Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api.

Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, mengupacarai rumah baru atau melaspas, bercocok tanam. Lantas bagaimana hari baik lainnya? Simak selengkapnya.

1. Baik bercocok tanam

ilustrasi berkebun (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi berkebun (pexels.com/Helena Lopes)

Jiwa menganti adalah hari baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. Kala brahma adalah hari yang mengandung arti kepanasan atau kesakitan. Kala dangastra merupakan hari baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).

2. Baik memulai suatu usaha

ilustrasi berjualan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi berjualan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Kala gotongan adalah hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta YadnyaPanca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu.

3. Baik menanam padi

Padi menguning siap panen. (IDN Times/Yuko Utami)
Padi menguning siap panen. (IDN Times/Yuko Utami)

Srigati jenek merupakan hari baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik Pitra Yadnya diantaranya penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Suka Rahayu, Pratiti: Jati.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami

Latest News Bali

See More

Harga Cabai dan Bahan Pangan Bali Terbaru 21 Mei 2026

21 Mei 2026, 13:48 WIBNews