Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 3 April 2025

Hari Baik Menurut Hindu Bali 3 April 2025
Ilustrasi buah mangga (Pexels.com/MESSALA CIULLA).

Ramalan hari baik menurut Hindu Bali pada Kamis, 3 Maret 2025 adalah kala lutung megandong. Ini diyakini sebagai hari baik untuk menanam pijer (bibit kelapa yang baru tumbuh) dan menanam buah-buahan. 

Ada juga hari lutung megandong, merupakan hari baik untuk menanam buah-buahan dan umbi-umbian. Lalu, bagaimana ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat pagar

ilustrasi pagar kayu dengan tanaman rambat (vecteezy.com/gankogroup)
ilustrasi pagar kayu dengan tanaman rambat (vecteezy.com/gankogroup)

Kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, dan alat perangkap. Hari ini juga baik untuk pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya. 

Karnasula merupakan hari baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk membangun tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

2. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau pernikahan menurut umat Hindu di Bali.

Rarung pagelangan adalah hari yang tidak baik melakukan Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Srigati jenek merupakan hari baik untuk membibit atau menanam padi, menyimpan padi dilumbung, serta pelaksanaan upacaranya. 

3. Baik untuk belajar

ilustrasi belajar (pexels.com/Keira Burton)
ilustrasi belajar (pexels.com/Keira Burton)

Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), dan membuat peraturan. Hari ini juga baik untuk mengangkat atau menunjuk petugas, serta mulai berlatih maupun belajar. 

Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Jaramerana.

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest News Bali

See More

7 Peristiwa yang Mungkin Terjadi Pada Hari Nyepi di Bali

17 Mar 2026, 06:00 WIBNews