Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 31 Oktober 2026, Saatnya Mulai Usaha
Pedagang berjualan di pelataran Pasar Ubud. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kalender Bali Digital menetapkan Sabtu, 31 Oktober 2026 sebagai hari baik untuk bercocok tanam dan memulai usaha, dengan sejumlah ketentuan aktivitas yang perlu diperhatikan.
  • Dadig Krana mendukung penanaman tebu dan mentimun, sementara Pamacekan serta Pepedan dinilai baik untuk menggarap kebun atau sawah dan membuka lahan pertanian.
  • Srigati Turun baik untuk membibit padi, menyimpan hasil panen di lumbung, menanam kelapa, serta mulai membuat barang dagangan; beberapa yadnya, pernikahan, dan perjalanan tidak dianjurkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyambut hari Sabtu, 31 Oktober 2026 ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali untukmu. Ramalan dari Kalender Bali Digital ini diawali dengan jiwa menganti.

Hari ini baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik menanam tebu

Ilustrasi petani panen tebu (IDN Times/Istimewa)

Dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu, mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama.

Carik walangati tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

Gagak anungsang pati merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa. Kajeng uwudan artinya tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. 

2. Baik menggarap sawah

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Pamacekan adalah hari baik untuk menggarap sawah/kebun, membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik melaksanakan yadnya. Pepedan merupakan hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

Kala dangu merupakan hari tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. Kala gotongan artinya baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. 

3. Baik mengaturkan persembahan di lumbung

Patung Dewi Sri (IDN Times/Yuko Utami)

Srigati turun adalah hari baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi, mengaturkan yadnya di lumbung, menanam kelapa, dan mulai membuat barang dagangan.

Ratu megambahan merupakan hari yang tidak baik untuk membuat peraturan-peraturan, membuat rencana, dan mengangkat petugas/pejabat. 

Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Srigati adalah hari baik untuk menyimpan padi di lumbung dan  menurunkan padi dari lumbung. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Wedana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article