Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perbekel Muda Pimpin Desa Nyanglan, Siapkan Revitalisasi BUMDes

Kab. Klungkung
2 min read
Perbekel Muda Pimpin Desa Nyanglan, Siapkan Revitalisasi BUMDes
Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • I Ketut Baskara, 36 tahun, memenangkan Pilkel Serentak Desa Nyanglan dengan 645 suara, mengalahkan I Wayan Nurata yang memperoleh 197 suara.

  • Baskara memprioritaskan pengaktifan kembali BUMDes melalui unit usaha produktif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa di tengah berkurangnya dana transfer pusat.

  • Ia juga mendorong Desa Nyanglan tidak bergantung pada dana pusat serta memperkuat transparansi kebijakan dan penggunaan anggaran kepada masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times- I Ketut Baskara (36) akan memimpin Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, setelah menang Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak, Jumat (30/10/2026).

Baskara meraih 645 suara, unggul dari pesaingnya, I Wayan Nurata yang memperoleh 197 suara.

Kemenangan tersebut menjadi langkah baru bagi pria kelahiran 28 Juni 1990 untuk terlibat lebih jauh dalam pembangunan desa.

Sebelum mengikuti Pilkel, Baskara berkecimpung dalam pemerintahan desa sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Namun, keterbatasan kewenangan dalam lembaga tersebut membuatnya ingin mengambil peran lebih besar, terutama untuk merealisasikan program pembangunan.

"Saya pertama kali terjun di pemerintahan desa melalui BPD. Tujuannya memang ingin ikut memajukan desa. Namun, karena kewenangan BPD terbatas, sementara eksekusi program ada di pemerintah desa, akhirnya saya memutuskan ikut pemilihan," jelasnya.

  1. 1. BUMDes tidak aktif jadi pekerjaan rumah pertama

    IMG-20261030-WA0176.jpg
    Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Setelah terpilih, Baskara menyiapkan sejumlah agenda yang akan menjadi prioritas selama memimpin Desa Nyanglan. Salah satunya menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama ini tidak berjalan.

    Ia menilai, BUMDes memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber pendapatan desa apabila dikelola melalui unit-unit usaha yang produktif. Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) penting di tengah keterbatasan kondisi keuangan desa.

    "Fokus saya terlebih dahulu menggenjot pendapatan desa melalui BUMDes. Kebetulan saat ini BUMDes tidak aktif, sehingga akan saya aktifkan kembali dengan beberapa unit usaha," ujarnya.

  2. 2. Berharap desa tidak terlalu bergantung pada dana bantuan dari pusat

    IMG-20261030-WA0186.jpg
    Ketut Baskara, Perbekel muda yang terpilih di Desa Nyanglan. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Baskara mengatakan, keterbatasan anggaran dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan maupun pelayanan masyarakat. Ia ingin Desa Nyanglan memiliki sumber pendapatan sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

    Baginya, perencanaan program harus dibarengi dengan kemampuan keuangan desa. Sebab, berbagai rencana pembangunan tidak akan mudah direalisasikan apabila tidak ditopang anggaran yang cukup.

    "Karena ada pemotongan dana transfer daerah dari pusat yang cukup drastis, desa menjadi memiliki keterbatasan anggaran untuk menjalankan program. Tanpa anggaran, program sebagus apa pun akan sulit berjalan," ungkapnya.

  3. 3. Pembenahan dengan transparansi pemerintahan desa

    Selain persoalan ekonomi dan pendapatan desa, Baskara juga menaruh perhatian pada tata kelola pemerintahan. Ia ingin penyelenggaraan pemerintahan Desa Nyanglan berjalan lebih terbuka. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui arah kebijakan pemerintah desa, termasuk bagaimana anggaran dikelola dan digunakan untuk mendukung program pembangunan.

    Dengan demikian, keterbukaan informasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

    "Saya ingin pengelolaan pemerintahan desa berjalan lebih terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan maupun penggunaan anggaran desa," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More