Hari Baik Hindu Bali 3 November 2026, Saatnya Membangun Rumah

Selamat siang teman-teman semuanya, apa kabar? Semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu pada Selasa, 3 November 2026.
Ramalan berdasarkan Kalender Bali Digital ini diawali dengan kala empas munggah. Hari ini baik untuk membangun rumah. Namun, tidak baik untuk memetik buah-buahan. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik membuat bendungan

Ilustrasi bendungan. (IDN Times/Dhana Kencana) Banyu urug merupakan hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Geni rawana artinya baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam. Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
2. Baik menanam umbi-umbian

Ilustrasi kentang (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Kala luang adalah hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. Kala sor artinya tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan.
Kala timpang merupakan hari baik untuk membuat senjata, membuat/memasang ranjau, guna-guna, meramu sadek, serta memasang sesuatu yang merupakan larangan pada tanaman. Namun, tidak baik untuk berburu.
Karna sula adalah hari yang tidak baik untuk melangsungkan perkawinan, membeli binatang peliharaan, mengadakan pertemuan/rapat, berbicara kepada orang lain. Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
3. Baik memperbaiki pagar

Ilustrasi pagar (IDN Times/Yuko Utami) Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, dan membuat tali ternak.
Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk upacara Pitra Yadnya misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya.
Titibuwuk artinya baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Nama rupa.



















