I Nyoman Muditha Penjaga Sungai Tabanan Berpulang

- Aktivis lingkungan Nyoman Muditha atau Pak Man meninggal pada 24 Oktober 2026 di usia 72 tahun, setelah hampir sepekan dirawat akibat sesak di RSUD Tabanan.
- Sejak 2019, Pak Man konsisten membersihkan sungai di Tabanan, mengajak warga lewat Instagram, dan kemudian bergabung dengan Sungai Watch sekitar 2020.
- Selain mengabdi sebagai pemangku, ia merintis kebun serta kelas berkebun untuk anak-anak; putranya berjanji melanjutkan pembangunan kebun yang belum selesai.
Tabanan, IDN Times - Kabupaten Tabanan kehilangan aktivis lingkungan, Nyoman Muditha (72), yang menjaga sungai hampir enam tahun lamanya. Muditha yang berasal dari Banjar Batu Gaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ini tidak kenal lelah menyusuri sungai dan membersihkannya dari sampah.
Perjuangan Muditha untuk menjaga sungai di Tabanan berhenti pada Sabtu lalu, 24 Oktober 2026. Muditha meninggal dunia setelah sempat dirawat selama seminggu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan karena keluhan sesak. Berpulangnya Muditha tentu meninggalkan kesedihan bagi keluarga dan koleganya.
1. Mengajak masyarakat peduli lingkungan lewat media sosial

I Nyoman Muditha, aktivis lingkungan di Tabanan meninggal dunia (IDNTimes/Wira Sanjiwani) Nyoman Muditha yang kerap dipanggil Pak Man oleh koleganya, mulai membersihkan sungai di dekat rumahnya pada 2019 dan awal masa COVID-19. IDN Times pernah mewawancarai Pak Man mengenai alasan dia tergugah untuk mulai membersihkan sampah di sungai belakang rumahnya.
"Saya dari kecil sudah diajarkan cinta lingkungan. Jadi melihat sampah mememuhi sungai, saya tergugah untuk turun membersihkannya," ujarnya kala itu.
Ia mengunggah aksinya itu ke Instagram dengan nama @iampakman. Bukan untuk mendapatkan pujian, ia hanya ingin tahu adakah orang lain yang tergugah untuk ikut serta melakukan pembersihan sungai bersama dengannya. Usahanya membuahkan hasil. Beberapa pemuda di banjarnya tertarik ikut membersihkan sungai di belakang rumahnya.
Promosi untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan lewat media sosial terus dilakukan Pak Man. Ia terakhir kali mengunggah postingan pada 29 September 2026 mengenai kegiatan pembersihan sungai di Desa Beraban.
2. Pak Man juga ngayah sebagai Mangku

I Nyoman Muditha (instagram.com/impakman) Anak ketiga Pak Man, Adhitya Putra (32), bercerita ayahnya memiliki kepedulian sosial yang sangat kuat. Meski dilarang keluarga untuk tidak terlalu memaksakan diri mengingat usianya, Pak Man tetap tidak menyerah. Ia memilih terus menjaga sungai di Tabanan dari sampah.
"Bapak dulu kerja sebagai guide. Awal COVID-19, ia memutuskan pulang ke rumah dan melihat sungai penuh sampah. Aksinya membersihkan sampah juga diposting ke media sosial. Dari sini, sekitar tahun 2020 ia kemudian direkrut Sungai Watch," kata Adhitya, Minggu (1/11/2026).
Selain usianya, keluarga juga kadang mengingatkan agar Pak Man tidak sering berkutat dengan sampah, karena ia juga ngayah (Bahasa Bali yang artinya mengabdi tanpa dibayar) sebagai pemangku (rohaniawan yang memimpin upacara atau sembahyang di pura).
"Tetapi bapak selalu bilang, tidak apa-apa. Menjaga lingkungan dan mengabdi terhadap Tuhan itu sama saja," ujar Adhitya.
3. Mimpi mengajak anak-anak untuk kelas berkebun yang belum tercapai

I Nyoman Muditha (instagram.com/impakman) Pak Man dilarikan ke RSUD Tabanan karena menderita sesak pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Hampir seminggu dirawat, kondisinya sempat dikatakan membaik dan ia seharusnya diperbolehkan pulang. Namun takdir berkata lain. Pak Man mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Upacara ngabennya digelar, Senin (2/11/2026).
Menurut Adhitya, ada satu mimpi ayahnya yang tidak kesampaian, yaitu membuat kebun di belakang rumahnya dan mengajak anak-anak untuk kelas berkebun.
"Bapak hobi berkebun. Jadi rencananya kalau sudah selesai di Sungai Watch, ia mau berkebun sekaligus nanti buka kelas berkebun untuk anak-anak. Ia bahkan sudah membuat bibit sendiri. Namun belum tuntas pembuatan kebunnya, bapak sudah berpulang," kata Adhitya.
Mimpi ini kata Adhitya akan ia teruskan agar tujuan Pak Man untuk memiliki kebun sendiri terwujud.
"Apa yang belum diselesaikan bapak dalam pembuatan kebun ini saya yang akan teruskan," katanya.

















![[QUIZ] Pilih Tokoh Dead-End Job, Kami Tentukan Pekerjaanmu di Bali](https://image.idntimes.com/post/20261006/1000194806_93a27b53-da99-4aa8-ba69-86d3c7bc41a4.jpg)

