Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kucing Atau Anjing, Peneliti Ungkap Siapa Paling Cuek Membantu Manusia

Kota Denpasar
2 min read
Kucing Atau Anjing, Peneliti Ungkap Siapa Paling Cuek Membantu Manusia
ilustrasi kucing (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Peneliti Universitas Eotvos Lorand Budapest menguji kucing, anjing, dan balita dua tahun di rumah masing-masing dengan benda tersembunyi, lalu pemilik atau orangtua berpura-pura mencarinya.
  • Lebih dari 75 persen anjing dan balita membantu menunjukkan atau mengambil benda, tanpa pelatihan maupun hadiah; respons ini muncul pada benda biasa maupun favorit.
  • Kucing umumnya merespons saat benda favoritnya terlibat, dengan sekitar 40 persen mendekat atau melihat lokasi benda; perbedaan diduga terkait sejarah sosial leluhur mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah kehilangan kunci atau barang kesayangan? Jangan berharap kucing peliharaanmu ikut mencarikannya. Menurut sebuah penelitian, anjing jauh lebih mau membantu pemiliknya daripada kucing.

Kamu jangan kaget dengan hasilnya ya. Sebab, ini hasil penelitian Universitas Eotvos Lorand di Budapest, Hungaria. Berikut ini selengkapnya.

  1. Anjing dan balita sama-sama sigap

    ilustrasi anjing di atas karpet (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi anjing di atas karpet (pexels.com/Pixabay)

    Para peneliti menguji kucing, anjing, dan balita berusia dua tahun. Penelitian ini dilakukan di rumah masing-masing agar pesertanya merasa nyaman.

    Caranya begini, seorang peneliti menyembunyikan sebuah benda di depan mata mereka. Bendanya gak menarik, seperti spons pencuci piring. Kadang bendanya sangat disukai, seperti mainan atau makanan favorit. Setelah itu, pemilik hewan atau orangtua si anak berpura-pura bingung dan sibuk mencari benda itu.

    Hasil penelitiannya menarik. Lebih dari 75 persen anjing dan balita membantu, baik dengan menunjuk ke arah benda itu maupun mengambilkannya. Mereka juga tidak dilatih khusus dan tidak mendapat hadiah.

  2. Kucing baru bergerak kalau ada maunya

    IMG_8315.jpeg
    Ilustrasi kucing rumahan. (IDN Times/Yuko Utami)

    Kucing malah berbeda. Mereka hanya mau "membantu" kalau ada maunya. Misalnya saat camilan atau mainan kesayangannya yang hilang. Itu pun hanya sekitar 40 persen kucing yang mendekati, atau melihat ke arah benda yang tersembunyi.

    Meski begitu, penelitian ini belum bisa memastikan alasannya. Bisa jadi kucing memang tidak paham bahwa pemiliknya sedang kesulitan. Bisa juga mereka paham, tetapi tidak peduli. Hanya kucing sendiri yang tahu isi hatinya.

  3. Kok bisa begitu ya?

    IMG_8311.jpeg
    Ilustrasi kucing rumahan (IDN Times/Yuko Utami)

    Peneliti menjelaskan perbedaan ini mungkin berasal dari nenek moyang mereka. Leluhur anjing, yaitu serigala abu-abu, sudah hidup berkelompok dan terbiasa bekerja sama. Sebaliknya, leluhur liar kucing hidup menyendiri.

    Setelah manusia mulai memelihara mereka, sifat hewan ikut dipilih lewat perkawinan terarah. Sifat suka menolong kemungkinan berhasil diperkuat pada anjing karena sudah ada bibitnya sejak awal. Kalau kucing, usaha itu tampaknya tidak berhasil.

    Kalau kamu butuh teman untuk mencari barang yang hilang, anjing adalah pilihan yang lebih bisa diandalkan. Sedangkan kucing jangan terlalu berharap, deh. Tetapi meski bikin kesal, tetap saja dia menggemaskan ya? Kamu pernah mengetes kucingmu sendiri di rumah gak? Bagi pengalamannya di kolom komentar.

    Referensi
    Helen Pilcher, "Experts tested whether cats would help humans in trouble. The results were brutal". BBC Science Focus Magazine. 9 Juli 2026

Related Articles

See More