Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jalan Penghubung Dua Desa di Bangli Putus Akibat Longsor

Kab. Bangli
3 min read
Jalan Penghubung Dua Desa di Bangli Putus Akibat Longsor
Tanah longsor di kawasan Pulesari, Tembuku, Bangli memutus akses jalan. (Dok. BPBD Bangli)
  • BPBD Bangli mencatat tujuh kejadian longsor, pohon tumbang, dan jalan jebol pada 1–2 November 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Bangli, tanpa korban jiwa.
  • Longsor merusak kios di area Pura Kehen, menerjang jalan dan permukiman di Susut serta Cempaga, sementara pohon tumbang menimbulkan kerugian sekitar Rp2 juta.
  • Jalan jebol di Pulasari memutus akses menuju Bangbang dan Penaga Landih; BPBD bersama Dinsos serta PMI menyiapkan bantuan dan mengimbau warga waspada cuaca ekstrem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bangli, IDN Times - Awal November 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli mencatat tujuh titik kejadian tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bangli.

Pelaksana Teknis Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (Plt Kalaksa BPBD-Damkar) Bangli, I Wayan Sarma, menjabarkan kejadian ini terjadi sejak Minggu (1/11/2026) hingga Senin (2/11/2026), nihil korban jiwa. 

“Tanah longsor menerjang ruas jalan Demulih-Sala, dan sejumlah titik lainnya di Bangli,” jelas Sarma, pada Senin (2/11/2026).

Terbaru adalah jalan menghubungkan dua desa di Banjar Pulasari Kawan, Kecamatan Bangli, terputus akibat longsor. Dua desa itu adalah Peninjoan dan Bangbang. Berikut daftar lengkap kejadiannya.

  1. 1. Longsor terjang ruas jalan hingga rumah warga di Susut

    112385c3-2f0f-4b17-952d-3fd7dfc346f8.jpeg
    Desa Sulahan terjadi tanah longsor yang menerjang ruas jalan Sulahan-Cekeng. (Dok. BPBD Bangli)

    Rumah warga di Banjar Tangkas, Desa Susut, Kecamatan Susut milik Dewa Gede Bawa diterjang tanah longsor. Sarma mengungkapkan kejadian ini tidak merusak dinding tembok rumah.  

    “Tanah longsor menerjang pemukiman warga di Banjar Tangkas, namun tidak sampai merusak dinding/tembok bangunan,” ungkap Sarma.  

    Sementara itu, di Desa Sulahan terjadi tanah longsor yang menerjang ruas jalan Sulahan-Cekeng. Masih di Kecamatan Susut, Desa Demulih ada kejadian pohon tumbang jenis kelapa menimpa ruas jalan Tanggahan Talangjiwa-Selati. Kejadian pohon tumbang juga terjadi di Banjar Kubu, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli.

    “Terjadi pohon tumbang menimpa atap kamar mandi warga dengan korban atas nama I Komang Winon kerugian sekitar Rp2 juta,” paparnya.

  2. 2. Tanah longsor hancurkan kios di kawasan Pura Kehen

    3aa72da4-92e9-44c7-9f76-36c74a720c16.jpeg
    Kejadian di Desa Selati, Bangli (Dok. BPBD Bangli)

    Tanah longsor turut menerjang area parkir depan di sisi timur Pura Kehen, Kelurahan Cempaga, Bangli. Kejadian ini merusak beberapa kios yang menjual pernak-pernik atau oleh-oleh khas Bali. Korban pemilik kios di antaranya Jro Gede Kehen, Mangku Wakil, Ketut Wariasi, Ni Ketut Surattini, Dan Ni Ketut Sari.

    “Estimasi kerugian masih pendataan,” imbuh Sarma.

    Desa Bunutin, Kelurahan Cempaga juga mengalami tanah longsor di ruas Jalan Selati menuju Gianyar.

  3. 3. Jalan jebol putus akses ke kawasan Bangbang, Tembuku

    4d92c036-1b49-49e1-9c17-2d4c2b965db9.jpeg
    Longsor di kawasan Demulih, Bangli. (Dok. BPBD Bangli)

    Sementara itu di Kecamatan Tembuku tercatat dua kejadian. Pertama di Desa Persiapan Pulasari, terjadi jalan jebol yang memutus akses lalu lintas menuju Bangbang (Tembuku) dan sekitarnya menuju Penaga Landih (Bangli). 

    Desa Tembuku juga terjadi pohon tumbang dan sejumlah tiang yang roboh mengganggu arus lalu lintas kawasan Bangli-Karangasem.

    “Seluruh kejadian di atas nihil korban jiwa,” kata Sarma.

    Pihaknya akan memberikan bantuan kebutuhan mendesak berupa paket sandang dan pangan terhadap kejadian di sektor permukiman warga. Sarma mengatakan BPBD Damkar Bangli berkerak sama dengan Dinsos dan PMI Bangli untuk penyaluran bantuan.

  4. 4. Data bersifat dinamis, BPBD Bangli imbau masyarakat tetap waspada

    Ilustrasi Hujan Deras.
    Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra)

    Sarma menegaskan bahwa data ini bersifat dinamis. Jika ada perkembangan, pihaknya akan menginformasikan lebih lanjut dengan harapan semoga situasi ini cepat kembali normal.

    Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem. Termasuk mengikuti imbauan intansi kebencanaan resmi dan prakiraan cuaca dari BMKG.

    “Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi serta dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, sambaran/kilatan petir,” jelasnya.

Related Articles

See More