Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 26 Oktober 2026, Saatnya Menanam Timun
Timun suri yang berasal dari Aceh hanya ada di Bulan Ramadan (IDN Times/Masdalena Napitupulu)

Selamat pagi semuanya, semoga kabar baik dan sehat ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambut aktivitasmu yang padat Senin, 26 Oktober 2026. Mengawali pagi ini ada ramalan dadig krana yang baik untuk menanam tebu dan mentimun.

Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik memuja leluhur

Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra (leluhur). Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. 

Carik walangati artinya hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Gagak anungsang pati merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat dan atiwa-tiwa.

2. Tidak baik melakukan upacara Manusa dan Pitra Yadnya

Ilustrasi ngaben (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melaksanakan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya.

Ada juga hari yang disebut dengan kala temah merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa ayu. Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Buat Sebet, Pratiti: Jaramerana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article