Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 12 September, Saatnya Bepergian ke Utara
Spot Air Terjun Munduk sebagai satu destinasi wisata di Kabupaten Buleleng. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Sabtu, 12 September 2026, catur laba dinilai baik untuk bepergian ke arah utara serta melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
  • Kala cakra cocok untuk memulai berbagai pekerjaan, sedangkan geheng manyinget, kala rumpuh, dan kala tampak memiliki pantangan untuk pekerjaan penting, pindah rumah, memelihara ternak, serta perkawinan.
  • Pepedan baik untuk membuka lahan pertanian baru, sementara titibuwuk dikaitkan dengan penghilangan penyakit guna-guna; rangda tiga tidak baik untuk upacara perkawinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selamat pagi semuanya, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali pada Sabtu, 12 September 2026 untuk menyambut aktivitasmu. Sebagai pembuka ada kabar baik untukmu yang suka bepergian. 

Sebab ada hari catur laba yang cocok untuk bepergian, khususnya menuju arah utara. Pada hari catur laba juga baik melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik memulai segala pekerjaan

Ilustrasi bekerja. IDN Times/Febriyanti Revitasari

Kala cakra merupakan hari baik untuk memulai segala jenis pekerjaan, mengandung arti kebulatan tekad. Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. 

Kala rumpuh adalah hari yang tidak baik untuk pindah rumah, mulai memelihara ternak seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, dan babi. Kala tampak merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). 

2. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi kebun teh. (IDN Times/Dwi Agustiar)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. 

Titibuwuk artinya baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting serta membuat tangga. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Jati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article