Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Guru di Klungkung Sulap Pelajaran Membaca Jadi Permainan Interaktif
Penerapan pembelajaran "Kampung Cerita Digital" di SD N 1 Semarapura Kangin. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Guru Anida Fajriani mengembangkan Kampung Cerita Digital, media web interaktif agar murid membaca sambil bermain, memecahkan masalah, mengenal budaya, dan mengambil keputusan.

  • Media ini menggabungkan literasi baca tulis, budaya, finansial, dan digital; diterapkan pada kelas V untuk mendorong pemahaman, diskusi, berpikir kritis, serta keterlibatan murid.

  • Berawal dari SDN 1 Semarapura Kangin, Kampung Cerita Digital kini digunakan melalui pengimbasan di empat kecamatan Klungkung, kabupaten lain di Bali, hingga Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awalnya

Kampung Cerita Digital dibuat untuk menjawab kebutuhan pembelajaran membaca di SDN 1 Semarapura Kangin.

kemudian

Media tersebut diperkenalkan ke sekolah lain melalui kegiatan pengimbasan dan digunakan di empat kecamatan di Klungkung serta wilayah lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kampung Cerita Digital, media pembelajaran interaktif berbasis web, digunakan untuk mengubah pembelajaran membaca menjadi aktivitas bermain, kuis, eksplorasi budaya, dan pemecahan masalah.
  • Who?
    Anida Fajriani, guru SD Negeri 1 Semarapura Kangin, mengembangkan media ini untuk murid kelas V. Kepala sekolah Anak Agung Istri Inten Sukma Pratiwi turut mengapresiasi inovasi tersebut.
  • Where?
    Media ini berawal dari SD Negeri 1 Semarapura Kangin di Klungkung, Bali, lalu dimanfaatkan di empat kecamatan di Klungkung serta sejumlah kabupaten di Bali, Jawa Tengah, dan wilayah lain.
  • When?
    Kampung Cerita Digital telah diterapkan dalam pembelajaran membaca pemahaman kelas V dan kini terus digunakan serta dikembangkan melalui pengimbasan ke sekolah lain.
  • Why?
    Media ini dikembangkan karena Anida menemukan kebutuhan agar murid tidak hanya memahami teks, tetapi juga tertarik mengeksplorasi bacaan dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
  • How?
    Murid menggunakan cerita sebagai awal aktivitas, meliputi melihat ilustrasi, mencari kosakata, menjawab kuis, mengenal budaya, berdiskusi, dan menyelesaikan persoalan. Guru mitra menerapkannya sesuai kondisi sekolah dan kebutuhan murid.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bu Anida di SD Negeri 1 Semarapura Kangin membuat Kampung Cerita Digital. Anak-anak kelas lima jadi bisa membaca sambil bermain, melihat gambar, mencari kata, menjawab kuis, dan belajar budaya. Mereka juga belajar memilih jawaban untuk masalah dalam cerita. Sekarang, anak-anak lebih aktif. Cara belajar ini sudah dipakai sekolah lain di Bali, Jawa Tengah, dan tempat lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kampung Cerita Digital menunjukkan bagaimana kebutuhan nyata di kelas dapat diolah menjadi pengalaman membaca yang lebih hidup. Melalui perpaduan cerita, permainan, budaya, dan latihan mengambil keputusan, murid memperoleh ruang untuk aktif berdiskusi serta berpikir kritis. Respons penggunaannya juga terus memperkaya media ini melalui pertukaran pengalaman antarguru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klungkung, IDN Times- Membaca kerap dianggap sebagai aktivitas yang monoton bagi sebagian anak. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung.

Murid tidak hanya duduk membaca teks dan menjawab pertanyaan, tetapi diajak bermain, memecahkan masalah, mengenal budaya, hingga mengasah kemampuan mengambil keputusan.

Cara belajar tersebut hadir melalui Kampung Cerita Digital, media pembelajaran interaktif berbasis web yang dikembangkan guru SD Negeri 1 Semarapura Kangin, Anida Fajriani SPdSD MPd.

Inovasi itu bermula dari persoalan sederhana yang ditemui Anida di kelas. Ia ingin kegiatan membaca tidak berhenti pada kemampuan murid memahami teks, tetapi juga membuat mereka tertarik mengeksplorasi isi bacaan.

“Kampung Cerita Digital berangkat dari kebutuhan yang saya temukan di kelas. Saya ingin anak-anak menikmati kegiatan membaca sekaligus memahami dan menghubungkan isi bacaan dengan kehidupan mereka,” ujar Anida.

1. Membaca, bermain, sekaligus belajar mengambil keputusan

Penerapan pembelajaran "Kampung Cerita Digital" di SD N 1 Semarapura Kangin. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Dalam Kampung Cerita Digital, cerita menjadi pintu masuk menuju berbagai aktivitas. Murid dapat menemukan ilustrasi, mencari kosakata, menjawab kuis, mengeksplorasi unsur budaya hingga menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan cerita.

Materinya juga tidak hanya mengandalkan literasi baca tulis. Anida menggabungkan literasi budaya, finansial, dan digital dalam satu media.

Dengan begitu, murid tidak hanya ditanya mengenai apa yang mereka baca. Mereka juga diajak memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Format tersebut membuat guru memiliki lebih banyak pilihan dalam menyampaikan materi, sementara murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

2. Respons murid menjadi bagian dari pengembangan

Penerapan pembelajaran "Kampung Cerita Digital" di SD N 1 Semarapura Kangin. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Media tersebut telah diterapkan dalam pembelajaran membaca pemahaman murid kelas V SDN 1 Semarapura Kangin. Penerapannya juga telah menjadi bagian dari penelitian, dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Selain capaian akademik, aktivitas murid selama pembelajaran turut menjadi perhatian.

Murid terlihat lebih aktif mengikuti kegiatan membaca, menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mencoba berbagai aktivitas yang tersedia. Bagi Anida, respons murid dan pengalaman guru saat menggunakan media menjadi bahan untuk terus melakukan perbaikan.

“Ketika media ini juga digunakan di sekolah lain, saya mendapat kesempatan untuk belajar dari pengalaman rekan guru dan terus menyempurnakannya,” katanya.

3. Dari satu kelas kemudian digunakan sekolah lain

Penerapan pembelajaran "Kampung Cerita Digital" di SD N 1 Semarapura Kangin. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Inovasi yang awalnya dibuat untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di SDN 1 Semarapura Kangin tersebut kemudian diperkenalkan kepada sekolah lain.

Melalui kegiatan pengimbasan, Kampung Cerita Digital telah dimanfaatkan di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. Penggunaannya juga meluas ke sejumlah kabupaten lain di Bali hingga luar Bali, termasuk Jawa Tengah.

Guru di sekolah mitra tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai media tersebut. Mereka juga berkesempatan menerapkannya secara langsung dalam pembelajaran.

Dari proses itu, terjadi pertukaran pengalaman antara guru. Pemanfaatan media kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan murid masing-masing.

Kepala SD Negeri 1 Semarapura Kangin, Anak Agung Istri Inten Sukma Pratiwi, mengapresiasi pengembangan media tersebut. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Anida menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan guru dalam kegiatan belajar mengajar dapat menjadi awal untuk menciptakan pendekatan pembelajaran baru.

“Kami berharap langkah ini mendorong semakin banyak guru untuk berkarya, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan belajar murid,” tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article