Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi ombak(unsplash.com/Matt Paul Catalano)
  • BMKG Denpasar memperingatkan gelombang tinggi 2,5-4 meter di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan pada 7-10 November 2026.
  • Gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Bali selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok utara, berisiko bagi perahu nelayan serta kapal tongkang.
  • Angin di perairan Bali diperkirakan berkecepatan 4-20 knot, sementara arus pada 8 November mencapai hingga 2,39 knot di Selat Lombok selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter di sejumlah perairan Bali, serta gelombang 1,25–2,5 meter di wilayah selat tertentu.
  • Who?
    Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan bagi pengguna perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.
  • Where?
    Gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan; gelombang lebih rendah berpeluang di Selat Bali selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok utara.
  • When?
    Peringatan berlaku pada 7–10 November 2026. Data kecepatan arus yang dicantumkan berlaku untuk 8 November 2026.
  • Why?
    Pola angin di perairan utara Bali bergerak dari utara ke tenggara, sedangkan di selatan Bali dari tenggara ke barat daya, dengan kecepatan 4–20 knot.
  • How?
    Risiko pelayaran meningkat saat angin dan gelombang mencapai ambang tertentu, termasuk bagi perahu nelayan pada angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter, serta kapal feri pada angin 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5-4 meter pada rentang 7-10 November 2026. Potensi tersebut terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Selatan.

Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara Bali bergerak dari arah Utara - Tenggara dengan kecepatan 4 - 20 knot. Sedangkan pola angin di wilayah Selatan Bali bergerak dari arah Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 4 - 20 knot.

Pada 8 November 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,87 - 1,11 kt; Selat Badung 1,41 - 1,83 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,99 - 1,14 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,20 - 1,55 kt; Selat Lombok bagian Utara 0,99 - 1,53 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,37 - 2,39 kt.

Editorial Team

Related Article