Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelombang 4 Meter Mengintai Bali, Nelayan dan Feri Diminta Waspada
Ilustrasi cuaca di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali (IDN Times/Ayu Afria)
  • BBMKG Denpasar memperingatkan gelombang 2,5–4 meter di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok selatan pada 24–27 September 2026.
  • Kondisi laut berisiko bagi perahu nelayan, tongkang, dan feri; gelombang 1,25–2,5 meter juga berpotensi di perairan utara Bali serta sejumlah selat.
  • BMKG mencatat ancaman gelombang tinggi juga meluas di Samudra Hindia selatan Indonesia, dipengaruhi angin hingga 32 knot dan arus Selat Lombok selatan sampai 3,02 knot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BBMKG Denpasar mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi 2,5–4 meter di perairan Bali, dengan risiko bagi perahu nelayan, tongkang, dan kapal feri.
  • Who?
    BBMKG Wilayah III Denpasar dan BMKG menerbitkan peringatan bagi nelayan serta operator kapal tongkang dan feri yang melintas di wilayah perairan terdampak.
  • Where?
    Gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian Selatan, serta Samudra Hindia Selatan Bali.
  • When?
    Peringatan berlaku 24 hingga 27 September 2026. Data kecepatan arus untuk sejumlah perairan Bali tercatat pada 25 September 2026.
  • Why?
    Pola angin di perairan utara dan selatan Bali bergerak dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan 4–25 knot, yang berkaitan dengan potensi kondisi laut tinggi.
  • How?
    Perahu nelayan berisiko pada angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter; tongkang pada 16 knot dan 1,5 meter; feri pada 21 knot dan 2,5 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DenpasarIDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter rentang 24 hingga 27 September 2026. Potensi tersebut terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian Selatan.

Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Bali, Selat Bali Bagian Selatan, Selat Badung dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Selatan Bali bergerak dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan 4 - 25 knot.

Pada 25 September 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,89 - 1,04 kt; Selat Badung 1,41 - 2,32 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,94 - 1,02 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,64 - 2,31 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,32 - 1,91 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,69 - 3,02 kt.

Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan mulai 24 hingga 27 September 2026 terkait potensi gelombang tinggi 2,5 - 4 meter di wilayah Indonesia yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia Selatan Bali. Selain itu beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki potensi sama gelombang mencapai 4 meter di antaranya Samudra Hindia Barat Bengkulu, Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Selatan di Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan NTB, dan Samudra Hindia Selatan NTT.

Ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter di wilayah Indonesia berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian Utara, Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai, Laut Jawa bagian Barat, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Jawa bagian Timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian Selatan, Selat Makassar bagian tengah, Teluk Bone, Laut Flores, Laut Maluku, Samudra Pasifik Utara Maluku, Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik Utara Papua Barat, Samudra Pasifik Utara Papua, Laut Arafuru bagian Barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian Timur.

Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Utara Ekuator Indonesia bergerak dari arah Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan 9-20 knot. Sedangkan di bagian Selatan Ekuator bergera dari Timur - Tenggara dengan kecepatan antara 14 - 32 knot.

Curated For You

Editorial Team

Related Article