Penemuan bayi laki-laki di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki untuk menemukan pelaku pembuangan kedua bayi tersebut. Kapolsek Pupuan, AKP I Wayan Sudiarba, menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah closed circuit television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi.
"CCTV yang ada di rumah warga saat diperiksa tidak mengarah ke jalan,” katanya.
Pihak kepolisian sempat mencurigai seorang perempuan di Pupuan, karena di dalam tas ransel tempat bayi ada catatan nama yang sesuai dengan seorang warga di Pupuan. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, perempuan itu rupanya berada di Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kecurigaan awal ini tidak terkonfirmasi karena orang yang dicurigai itu dalam kondisi sehat.
"Sudah dilakukan pemeriksaan ke puskesmas. Tapi tidak ada bukti atau tanda habis melahirkan. Sehingga kecurigaan awal ini gugur. Saat ini kami sedang cek rekaman CCTV di sepanjang jalan itu,” jelas Sudiarba.
Sedangkan pelaku pembuang bayi perempuan di tegalan Banjar Biaung, Desa Biaung, Kecamatan Penebel juga masih misterius. Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Moh Taufik Effendi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Belum ada perkembangan berarti dan saksi minim,” terangnya.