Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dispar Bali Targetkan Angka Kunjungan Wisman 2026 Samai 2025
Kondisi Pantai Sanur di akhir tahun pada Rabu, 31 Desember 2025. (IDN Times/Yuko Utami)
  • BPS Bali mencatat 2,5 juta kunjungan wisman Januari–Mei 2026, turun 1,77 persen dari tahun sebelumnya, namun Dispar Bali menilai penurunan ini masih tergolong kecil dan bersifat dinamis.
  • Pemprov Bali menargetkan jumlah wisman 2026 menyamai capaian 2025 dengan memperkuat promosi di pasar utama seperti Australia, India, Cina, serta mengembangkan pasar potensial baru.
  • Beragam agenda internasional, festival budaya, dan kegiatan MICE dijadikan strategi utama untuk menarik wisatawan, disertai peningkatan tata kelola pariwisata agar lebih bersih, aman, dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis data kunjungan wisatawan di Bali. Sepanjang Januari-Mei tercatat 2,5 juta lebih kunjungan wisatawan mancanaegara (wisman). Angka tersebut lebih rendah 1,77 persen dari periode sama di tahun 2025. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya memandang kondisi penurunan kunjungan wisman sebagai dinamika dalam industri pariwisata. 

“Kami memandang kondisi ini sebagai dinamika dalam industri pariwisata apalagi dalam situasi global sekarang ini,” kata Sumarajaya kepada IDN Times Kamis (2/7/2026).

1. Penurunan relatif kecil, optimis kunjungan meningkat

Suasana di kawasan Pantai Karang yang termasuk dalam area Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar pada Selasa (14/10/2025). (IDN Times/Yuko Utami)

Pihaknya menilai penurunan kunjungan wisman tersebut relatif kecil. Sementara itu, bulan Juni ada peningkatan kunjungan wisman dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Sumarajaya, hal ini sebagai bukti Bali masih diminati sebagai salah satu destinasi wisata internasional.

Ia tak menampik sejumlah faktor mempengaruhi berbagai lini pendukung industri pariwisata. Mulai dari kondisi ekonomi global, perubahan pola perjalanan, kapasitas penerbangan, serta faktor geopolitik di beberapa kawasan.

“Kami optimistis, memasuki musim liburan pertengahan tahun hingga akhir tahun, kunjungan wisatawan akan terus meningkat sehingga kinerja pariwisata Bali tetap berada pada jalur yang positif,” papar Sumarajaya.

2. Perkuat promosi wisata di pasar utama dan pasar potensial

Wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Bali (dok. Kemenparekraf)

Sumarajaya menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menargetkan kunjungan wisman tahun 2026 menyamai angka kunjungan di tahun 2025. Tahun lalu wisman langsung ke Bali sebanyak 6,9 juta lebih kunjungan.

Ada berbagai langkah strategis yang dilakukan untuk memenuhi target itu, seperti promosi pariwisata Bali di negara pasar utama. Negara itu di antaranya Australia, India, Cina, Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan Amerika. Pihaknya juga tengah mengembangkan pasar potensial baru.

3. Agenda internasional, festival budaya, dan MICE masih menjadi strategi

Seniman disabilitas fisik dari Kabupaten Badung unjuk kelincahan menari di pawai atau peed aya Pesta Kesenian Bali ke-48. (IDN Times/Yuko Utami)

Sejumlah agenda internasional masih menjadi strategi peningkatan kunjungan wisman. Selain konferensi, Bali mengandalkan olahraga maupun festival budaya yang digandrungi wisman.

Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) masih menjadi upaya menarik kunjungan wisman hingga kegiatan pariwisata berbasis desa wisata.

Tata kelola pariwisata juga menjadi pekerjaan rumah, misalnya peningkatan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan. “Implementasi kebijakan yang mendorong wisatawan untuk menghormati budaya, adat istiadat, dan lingkungan Bali,” imbuhnya.

Target ini bagi Sumarajaya dapat tercapai dengan dukungan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh komponen pariwisata.

Curated For You

Editorial Team

Related Article