Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dewa Indra Minta Warga Tak Lagi Menolak Daerahnya Jadi Karantina PMI

Dewa Indra Minta Warga Tak Lagi Menolak Daerahnya Jadi Karantina PMI
Satgas area dan tranportasi di Tabanan mengecek kesiapan armada untuk penjemputan PMI (Dok.IDN Times/Istimewa)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Dalam keterangannya pada live streaming Youtube, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kamis (16/4), mengatakan pihaknya mendengar informasi ada warga di Kabupaten/Kota yang menolak daerahnya dijadikan tempat karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dewa Indra menilai hal tersebut terjadi karena kemungkinan karena masyarakat takut tertular dan belum paham betul bagaimana cara penularan virus corona. Ia meyakini apabila masyarakat mengerti cara virus corona ini menular, maka penolakan tidak akan terjadi. Terlebih tempat karantina PMI dijaga cukup ketat.

"Di sinilah peran pemerintah di Kabupaten/Kota untuk terus menerus memberikan pemahaman atau terjun langsung ke masyarakat yang menolak ini untuk memberikan penjelasan. Maka saya yakin jika mereka paham, tidak ada penolakan lagi," ujar Dewa Indra.

1. Virus corona hanya menular lewat kontak jarak dekat

Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat

Dewa Indra menekankan penularan virus corona terjadi lewat droplet yakni dengan kontak langsung atau jarak dekat dengan orang yang positif COVID-19. Termasuk juga lewat cara berbicara jarak dekat atau bersentuhan langsung dengan penderita atau tempat yang sempat dipegang oleh penderita positif COVID-19.

"Virus ini tidak menular lewat angin atau udara. Terjadinya itu dengan jarak dekat atau kontak langsung," jelasnya.

Ia mencontohkan petugas medis yang selama ini menangani pasien positif COVID-19 di Bali. "Selama ini mereka yang berdekatan dengan pasien positif sebagian besar masih aman dan tidak tertular. Ini karena mereka menjalankan protap. Dan juga karena virus corona itu tidak menular lewat angin atau udara tetapi kontak langsung atau jarak dekat dengan penderita positif," ujarnya.

Karena itu ia juga menegaskan agar masyarakat selalu memakai masker jika keluar rumah, membatasi aktivitas di luar, selalu menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

2. Tempat karantina dijaga ketat, tidak boleh orang masuk selain petugas

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Selain penularan lewat kontak jarak dekat, masyarakat tidak perlu takut tertular karena PMI yang dikarantina dipastikan tidak keluar dari tempatnya dikarantina.  Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19  di masing-masing Kabupaten/Kota dibantu TNI/Polri dan desa adat juga menjaga tempat karantina ini. Tidak ada satupun orang luar yang boleh keluar masuk kecuali petugas.

"Penularan jarak dekat, tidak lewat udara, tempat karantina pun dijaga ketat. Masyarakat tidak perlu takut tertular," ujarnya.

3. PMI yang dikarantina di Kabupaten/Kota adalah yang hasil rapid tesnya negatif

Ilustrasi pemeriksaan tes virus Corona di RSUP Sanglah. (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi pemeriksaan tes virus Corona di RSUP Sanglah. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Dewa Indra juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut mengenai PMI yang dikarantina di daerahnya. PMI yang diserahkan ke Kabupaten/Kota ini sebelumnya sudah menjalan rapid tes dan hasilnya negatif.

"Jadi yang positif itu diambil alih oleh Provinsi. Yang negatif yang ditangani Kabupaten/Kota sehingga masyarakat tidak usah takut. Semisalnya dari negatif ini ada yang kemudian positif, balik lagi kepada cara penularan virus dan tempat karantina yang dijaga ketat dan PMI tidak keluar tempat karantina selama masa karantinanya," ujar Indra.

Ia berharap pemahaman ini bisa disampaikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota kepada masyarakanya. Diharapkan tidak akan ada penolakan lagi mengenai tempat karantina di Kabupaten/Kota.

4. Bali kembali menerima 232 ABK yang masuk lewat Pelabuhan Benoa

IDN Times/Ayu Afria Ulita
IDN Times/Ayu Afria Ulita

Pada Kamis (16/4), Bali menerima 232 ABK (Anak Buah Kapal) yang datang menggunakan kapal pesiar dan bersandar di Pelabuhan Benoa Denpasar. Menurut Dewa Indra, seluruh ABK ini sudah langsung mengikuti rapid tes.

"Mengenai turunnya ABK di Pelabuhan Benoa ini adalah keputusan Gugus Tugas Nasional," ujarnya.

Dari 232 ABK ini, 117 nya merupakan warga Bali dan sisanya adalah warga luar Bali. Adapun hasil dari rapid tes tersebut dinyatakan semuanya negatif. ABK yang berasal dari Bali sudah dijemput masing-masing Gugus Tugas Kabupaten/Kota, sementara untuk ABK luar Bali diambil alih oleh Gugus Tugas Nasional.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Ni Ketut Sudiani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
EditorNi Ketut Wira Sanjiwani

Latest News Bali

See More

Pujawali Digelar di Tanah Lot, Ini Jadwal Pasang Surut Air Laut

27 Jun 2026, 18:41 WIBNews