Ilustrasi orang tua sedang bekerja. (Pixabay.com/GidonPico)
Saat memasuki usia tua atau di atas 65 tahun, seseorang tentunya sudah memasuki masa pensiun dalam mencari penghasilan. Walaupun tidak wajib berhenti, pastinya pada masa ini, mencari penghasilan hanya sekadar mengisi waktu, bukan sebagai kebutuhan utama. Idealnya, di masa ini sudah saatnya seseorang menikmati masa tua dari penghasilan yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Namun, tabungan dan simpanan masa tua sudah habis untuk biaya perawatan maupun pengobatan saat sakit karena tidak memiliki asuransi. Hal ini menyebabkan seseorang harus tetap bekerja keras di masa tua atau di masa pensiun untuk memenuhi kebutuhannya. Bisa saja bergantung kepada sang anak. Namun, anaknya pasti punya kebutuhan-kebutuhan yang menjadi prioritas untuk keluarganya.
Jika punya asuransi, tentunya tabungan atau simpanan dana untuk masa pensiun akan tetap bisa dinikmati. Bahkan menurut Bunda Ika, ada produk asuransi yang memang dibuat untuk mempersiapkan seseorang memasuki masa pensiun.
"Menikmati masa pensiun dengan bahagia, tanpa harus memberatkan anak tentunya akan jauh lebih baik," imbuh Bunda Ika.
Penjelasan dampak tidak memiliki asuransi di atas, menurut Bunda Ika, bukanlah untuk menakut-nakuti. Namun kebanyakan faktanya seperti itu yang terjadi. Pemahaman tentang asuransi memang diperlukan, bukan hanya menghitung untung atau rugi saja saat membeli suatu produk asuransi.
"Asuransi itu seperti menukarkan uang kecil kita dengan uang yang lebih besar saat terjadi suatu risiko atau sakit," ujar Bunda Ika mengingatkan.