Tabanan, IDNTimes-Kopi menjadi salah satu komoditas ekspor di Kabupaten Tabanan. Namun kenaikan harga dollar terhadap rupiah tidak membuat petani kopi di Tabanan meraup keuntungan. Tahun ini, karena cuaca yang tidak mendukung, produksi kopi di Tabanan diprediksi menurun 30-50 persen persen dari produksi normal.
Salah satu petani kopi asal Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Wayan Dira mengatakan, produksi kopi di Tabanan turun disebabkan cuaca yang tidak mendukung.
"Saat kopi berbunga, turun hujan dengan intesitas tinggi. Akibatnya tanaman kopi gagal membentuk buah. Saat ini di Desa Pujungan sendiri belum memasuki panen kopi. Namun hasil panen saat ini tidak begitu baik, karena pohon kopi tidak terlalu banyak menghasilkan buah," ujarnya pada Jumat (19/6/2026).
