Anak-anak asuh di Yayasan Gayatri Widya Mandala (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Perempuan yang akrab dipanggil Oma Eriana ini dulunya seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Tabanan. Dari pengalamannya itu, ia menemukan banyak anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, orangtuanya bercerai, hingga tidak punya orangtua.
Dalam hatinya terbesit keinginan besar untuk merawat dan mengasuh mereka. Namun keinginan itu dipendam karena belum memiliki pengalaman untuk membuka yayasan.
"Tetapi saya terus berdoa pada Tuhan agar diberikan jalan," ujar warga Delod Peken, Kecamatan Tabanan ini.
Sekitar tahun 2011, Oma meminta keempat anaknya yang sudah bekerja untuk mengambil satu adik asuh.
"Saya memberikan nasihat kepada anak-anak saya, setiap yang sudah bekerja wajib memiliki adik asuh dan mereka setuju. Saya yang merawatnya di rumah," ujarnya.
Lama-lama dari empat adik asuh terus bertambah menjadi 16 anak. Meskipun masih menggunakan dana sendiri kala itu, Eriana merasa selalu ada saja rejeki. Sehingga tidak ada kekurangan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak.