Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Kebakaran, Mulai Hari Ini Pendakian Gunung Batukau Ditutup Sementara
Pemandangan Gunung Batukaru pada Februari 2026 (IDN Times/Ayu Afria)

  • Pendakian Gunung Batukau melalui jalur Pura Luhur Batukau ditutup sementara mulai 2 September 2026 karena kondisi kering saat musim kemarau berisiko memicu kebakaran.
  • Penutupan menjadi antisipasi setelah kebakaran tiga tahun lalu akibat kekeringan dan kelalaian manusia, yang membutuhkan sekitar Rp90 juta serta melibatkan 3.000 warga Desa Adat Pekandelan.
  • Jalur Pura Malen di Desa Pujungan juga ditutup mulai 5 September 2026 karena upacara adat dan risiko kebakaran; akses tetap tersedia bagi peneliti berizin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDNTimes-Pengurus Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau menutup sementara pendakian Gunung Batukau melalui jalur Pura Luhur Batukau. Penutupan dilakukan lantaran musim kemarau berpotensi menyulut kebakaran di gunung yang terletak di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Ketua Umum Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau, I Ketut Sucipto mengatakan pendakian lewat jalur Pura Luhur Batukau ditutup mulai hari ini sampai waktu yang belum ditentukan.

""Kondisi Gunung saat ini juga kering, karena lama sekali sudah tidak turun hujan. Langkah ini diambil agar bencana kebakaran tidak terjadi di Gunung Batukau. Mengingat sekarang juga musim kemarau," katanya, Rabu (2/9/2026)

1. lakukan seleksi untuk pendaki

Gunung Batukaru yang terlihat di Jatiluwih (dok.pribadi/Natalia Indah)

Sebelum dilakukan penutupan, menurut Sucipto pendakian Gunung Batukau lewat jalur Pura Luhur Batukau selalu dilakukan secara selektif. "Pada saat jalur dibuka, pendaki yang boleh mendaki harus memenuhi delapan syarat," katanya.

Adapun delapan syarat itu antara lain, bebas haid atau umat tidak dalam keadaan berduka (cuntaka), wajib melapor ke aparat terkait, sebelum mendaki barang bawaan harus diperiksa, membawa turun sampah yang dihasilkan selama pendakian, menjaga kesucian pura, berpakaian sopan, tidak boleh menyalakan api dan merusak tanaman, serta bagi pendaki pemula harus didampingi pemandu.

2. Gunung Batukau pernah terbakar tiga tahun lalu

Ilustrasi pendakian di Gunung Batukaru (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Menurut Sucipto, Gunung Batukau pernah terbakar tiga tahun lalu. Penyebabnya karena kondisi kering dan kelalaian manusia. Kala itu, dana yang dihabiskan dalam menangani kebakaran kurang lebih Rp90 juta dan melibatkan sebanyak tiga ribu warga Desa Adat Pekandelan.

"Pengalaman ini menjadi sejarah pahit yang menjadi pelajaran bagi kami. Sehingga menutup jalur pendakian lewat Pura Luhur Batukau menjadi salah satu langkah antisipasi kami mencegah terjadinya bencana kebakaran," ujarnya. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran, petugas yang ditempatkan di jalur ini siap siaga memantau.

Namun Sucipto mengaku khawatir dengan jalur pendakian lain tersebar di Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Penebel. "Untuk jalur ini diluar pengawasan kami. Ini yang kami khawatirkan. Jika terjadi becana kebakaran, maka pendaki yang terbukti menjadi penyebab kebakaran akan diminta bertanggung jawab," ujar Sucipto.

3. Jalur pendakian lewat jalur Pura Malen, Desa Pujungan juga ditutup

Potret gunung Batukaru (pexels.com/Guillaume Meurice)

Tak hanya jalur Pura Luhur Batukau, pendakian Gunung Batukau lewat Pura Malen yang berlokasi di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan juga ditutup sementara.

Kapolsek Pupuan, AKP I Nengah Simpen mengatakan pihaknya sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari Desa Adat Pujungan. Dalam surat pemberitahuan diumumkan per 5 September 2026, pendakian Gunung Batukau lewat jalur Pura Malen di Desa Adat Pujungan dan sekitarnya ditutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan.

Adapun alasan penutupan ini antara lain, berhubungan dengan adanya upacara Dewa Yadnya Ngusabha Nini (Ngusaba Negtegang) Pujawali Purnaming Sasih Kapat Warsa 2026 di Desa Adat Pujungan.

"Penutupan ini juga sebagai langkah antisipasi terjadinya bahaya kebakaran hutan sebagai akibat musim kemarau yang berkepangjangan," kata Simpen. Meski demikian jalur pendakian masih dibuka bagi peneliti yang sudah mendapatkan izin dari instasi terkait. Dengan catatat pendaki tetap diimbau menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta mengantisipasi kebakaran di musim kemarau ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article