Denpasar, IDN Times - Tak semua anak muda di Bali menerima penghidupan layak dari orangtua. Biaya hidup dan pendidikan kian naik, membuat anak muda di Pulau Dewata putar otak mencari uang saku tambahan. Ketut Ayu (21) misalnya, punya banyak kegiatan untuk mengumpulkan biaya tambahan selama berkuliah.
Mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) ini bekerja paruh waktu di bidang Digital Marketing Specialist. Tugasnya mencakup mengurus endorsement, affiliate, KOL, iklan digital, editor video, grafis, dan sebagainya. Tugas yang cukup kompleks itu dibayar dengan upah Rp120 ribu per hari.
Ayu menerima bayaran penuh Rp3,2 juta jika tidak sedang kuliah dan berorganisasi. Tapi jika ada kegiatan di kampus dan ia harus izin, Ayu menerima upah di kisaran Rp1,8 juta per bulan.
Bagaimana kisah Ayu dan anak muda lainnya hidup dari tabungan ke tabungan? Baca selengkapnya di bawah ini.
