Denpasar, IDN Times - Dari 22 jenazah telantar yang dikremasi hari ini di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof IGNG Ngoerah Denpasar, delapan jenazah di antaranya merupakan kadaver. Sebanyak lima kadaver merupakan warga negara asing (WNA) yakni 3 WN Belanda dan 2 WN Amerika Serikat. Sisanya 3 Kadaver adalah warga negara Indonesia.
Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, mengatakan permintaan kadaver ke RS ini meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut disampaikan di sela-sela pelepasan kremasi jenazah telantar di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar, Selasa (27/10/2026) pagi.
"Memang meningkat. Kalau melihat trennya ada peningkatan kebutuhan kadaver. Permintaan kadaver itu kan pengembangan keilmuan ya. Bahkan kita RSUP Prof IGNG Ngoerah merencanakan akan membangun Cadaver Center. Kebetulan di Indonesia belum ada Cadaver Center," tegasnya.
Jika rencana Cadaver Center ini terealisasi, disebutnya akan menjadi yang pertama di Indonesia. Selain itu, dengan keberadaan Cadaver Center ini pihaknya berharap, selain berwisata, orang juga bisa sekalian belajar terkait kadaver di Bali.
"Dalam tahap pembahasan. Sebenarkan kami sedang menjajaki kerja sama dengan Korea. Sudah ada pembahasan ke arah sana. Mudah-mudahan semakin mengerucutlah. Mudah-mudahan bisa tahun depan. Lokasinya sudah disiapkan, masih wilayah rumah sakit," jelasnya.
Tidak semua kadaver merupakan jenazah telantar. Menurutnya ada beberapa keluarga pasien yang memang membuat pernyataan, bahwa jenazah keluarganya diperbolehkan digunakan sebagai kadaver sesuai ketentuan.
Pentingnya keberadaan Cadaver Center ini diungkapnya, selain untuk keilmuan dan dunia pendidikan, juga pemanfaatan peluang bagi Indonesia untuk pertama kalinya memiliki fasilitas Cadaver Center.
Untuk diketahui, kapasitas freezer di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar terbatas, sekitar 35 freezer. Rencana penambahan freezer baru dalam tahap bahasan, namun ia pastikan jika terealisasi pun setelah tahun 2030.
"Mungkin 2030. Perencanaan itu ada dan itu akan memang kapasitasnya gede," jelasnya.
