Pensiunan Polri di Badung Lakukan Pemerasan Hingga Miliaran

Korbannya menerima surat beserta peluru aktif

Badung, IDN Times - Kepolisian Resor (Polres) Badung menetapkan seorang pensiunan polisi, I Ketut Asa (63), sebagai tersangka kasus pemerasan dengan ancaman. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Badung, AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura, mengatakan peristiwa pemerasan terjadi di Toko Mulya, Jalan Raya Panglan Nomor 24, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (24/11/2023) lalu sekitar pukul 12.38 Wita.

Tersangka yang berasal dari Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, ini mengaku sakit hati karena tidak diberikan pekerjaan oleh korban. Sehingga mengirimkan surat yang berisi peluru berserta pesan pengancaman, dan pemerasan.

Baca Juga: 2 Prajurit TNI Terlibat Penyerangan Satpol PP Denpasar

1. Meminta sejumlah uang hingga mencapai miliaran Rupiah kepada korban

Pensiunan Polri di Badung Lakukan Pemerasan Hingga Miliaranilustrasi uang (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Jaya mengatakan, tindak pidana pemerasan dan/atau ancaman kekerasan ini dilakukan tersangka, pada Jumat (24/11/2023). Tersangka membuat surat bertuliskan tangan yang berisi ancaman kekerasan kepada beberapa korban untuk menyerahkan sejumlah uang Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar. Surat tersebut dikirim beserta peluru aktif kaliber 7,62 sebagai bentuk ancaman nyata terhadap korbannya.

"Motifnya sakit hati, dan ekonomi karena pelaku tidak diberikan pekerjaan oleh korbannya," jelasnya.

2. Tersangka mendapatkan amunisi tersebut semasa masih bertugas dinas

Pensiunan Polri di Badung Lakukan Pemerasan Hingga Miliaranilustrasi amunisi (unsplash.com/Jay Rembert)

Pensiunan Polri tersebut mengaku melakukan perbuatannya terhadap korban yang merupakan pendeta adat, dan pemilik usaha toko bahan bangunan di Kecamatan Mengwi. Tersangka mendapatkan peluru aktif semasa masih aktif berdinas sebagai anggota Polri di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pelaku memperoleh peluru tersebut ketika pelaku masih aktif berdinas sebagai anggota Polri di Sumba Barat," kata Jaya.

Selain memeras dan mengirim amunisi, surat tersebut juga berisi ancaman untuk mengeksekusi dan menyiramkan air keras kepada korbannya.

3. Tersangka didakwa pasal berlapis kasus kepemilikan amunisi dan pemerasan

Pensiunan Polri di Badung Lakukan Pemerasan Hingga MiliaranIlustrasi Tersangka. (IDN Times/Aditya Pratama)

Tersangka diamankan di rumahnya, Senin (27/11/2023) sekitar pukul 12.30 Wita. Polisi menyita barang bukti 25 butir peluru aktif. Masing-masing terdiri dari 19 buah kaliber 9 mm; dua buah kaliber 7,62 mm; satu buah kaliber 5,56 mm; dan tiga buah kaliber 0,50 BMG. Ada juga satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka, helm, pakaian, dua buah lembar surat berisikan ancaman kekerasan beserta amplop, dan tiga buah butir peluru aktif kaliber 7,62 mm.

Tersangka dijerat Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang perbuatan menguasai amunisi tanpa hak dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara. Ia juga terancam Pasal 368 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun, serta Pasal 335 Ayat 1 ke-1 tentang ancaman kekerasan dengan ancaman maksimal 1 tahun.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya