Sering Ada Kecelakaan, Kawasan Nusa Penida Butuh SOP Wisata

Sudah jadi belum ya?

Klungkung, IDN Times- Seorang wisatawan laki-laki Warga Negera India yang bernama Patel Devarshkumar Snehalbai (29) dilaporkan tergelincir saat hendak menuruni obyek wisata Diamond Beach, di Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida pada Minggu (2/7/2023) pukul 12.00 Wita. Korban dapat dievakuasi dengan kondisi selamat oleh Tim Search and Rescue (SAR) gabungan.

Kejadian tersebut bukan pertama kali menimpa pengunjung kawasan Nusa Penida. Kejadian serupa hampir terjadi setiap bulannya. Mulai risiko luka-luka hingga kehilangan nyawa. Nah, bagaimana pemerintah setempat menanggapi hal ini?

Baca Juga: 3 Restoran ala Eropa di Bali, Serasa di Luar Negeri

Baca Juga: 3 Tempat Khusus Meditasi di Bali, Hilangkan Stres

1. Tergelincir karena anak tangga licin saat berwisata di pantai

Sering Ada Kecelakaan, Kawasan Nusa Penida Butuh SOP WisataDiamond Beach Nusa Penida. (Instagram/brooklynkitten_)

Korban bersama teman perempuannya dilaporkan pergi ke Nusa Penida pada Sabtu (1/7/2023) untuk berwisata. Dan pada keesokan harinya keduanya mengunjungi Diamond Beach. Dalam kondisi hujan, dan jalanan yang licin, korban yang kurang hati-hati tergelincir saat menuruni anak tangga dari ketinggian 2 meter. Kemudian teman korban meminta pertolongan kepada warga lokal dengan kondisi korban yang cedera dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Tim Basarnas dan Polsek Nusa Penida.

"Dimana kronologisnya dia turun ke bawah, di tangga bagian bawah dia terpeleset, kemudian tergelincir sampai bawah," terang Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.30 Wita. Dan korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.30 Wita ke Klinik Nusa Medika.

2. Evakuasi mengalami kendala cuaca buruk, butuh waktu yang lama

Sering Ada Kecelakaan, Kawasan Nusa Penida Butuh SOP WisataEvakuasi tim SAR gabungan kepada WN India di kawasan Nusa Penida. (Dok.IDN Times/Basarnas Bali)

Korban tiba di Klinik Nusa Medica pada pukul 17.17 Wita. Diungkapkan bahwa evakuasi saat itu terkendala kondisi cuaca buruk yang sedang melanda Pulau Dewata. Korban diketahui dalam kondisi selamat, dan hanya mengalami cedera pada lutut kanan, dan dislokasi atau keseleo pada pergelangan kaki kanan.

"Akses dari laut tidak memungkinkan karena cuaca lagi tidak bersahabat, dan gelombang di Diamond Beach sangat ekstrim," ungkapnya.

Cakra Negara menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan secara manual dan tidak menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) melalui jalur laut. Mereka turun ke bawah dan membawa peralatan medis untuk pertolongan awal pada cedera korban. Proses evakuasi sempat terkendala dengan kondisi akses jalan menuju korban terjal, dan licin.

3. Mitigasi bencana di lokasi wisata harus dibuat

Sering Ada Kecelakaan, Kawasan Nusa Penida Butuh SOP Wisatawanderersandwarriors.com

Sering terjadinya kecelakaan saat berwisata di kawasan Nusa Penida mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun. Bahwa pada Desember 2022 lalu, pihaknya sudah melakukan upaya menyampaikan langsung Surat Edaran Gubernur Nomor 4 Tahun 2023 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Bali untuk membuat di destinasinya masing-masing Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mitigasi bencana termasuk di kawasan Nusa Penida.

Hal tersebut diakuinya juga telah dipertegas lagi oleh Gubernur Bali pada Rapat Koordinasi pada 31 Mei 2023. Yang di dalamnya membahas terkait keamanan wisatawan, serta usaha pariwisata yang tidak berizin.

"Kami sebenarnya dari pemerintah Provinsi Bali sudah mengatensi dari awal. Karena pariwisata isunya rentan sekali ya. Itu yang kita kelola dengan baik," ungkapnya.

Penting untuk pengunjung memperhatikan cuaca saat mengunjungi objek wisata saat liburan di Bali,  khususnya tempat yang memiliki medan ekstrim di cuaca tertentu cukup berbahaya untuk melakukan perjalanan seperti halnya kawasan wisata Nusa Penida. 

Topik:

  • Silfa Humairah Utami

Berita Terkini Lainnya