Comscore Tracker

Menguak Sejarah Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur yang Disucikan

Bulan Maret ini sudah dua kali mengalami kebakaran

Denpasar, IDN Times – Belum genap sebulan, Hotel Grand Inna Bali Beach (GIBB) Sanur yang terletak di Jalan Hang Tuang Sanur Kaja, Denpasar Selatan ini dilaporkan mengalami kebakaran dua kali. Namun beruntungnya api yang berkobar di bangunan hotel bintang lima tersebut dapat segera dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lainnya.

Dari pantauan di lapangan, kejadian kebakaran yang pertama terjadi awal bulan Maret, tepatnya pada Minggu (1/3) sekitar pukul 18.00 Wita. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Made Rentin, saat itu menjelaskan kebakaran terjadi di lantai 10 dan berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam di hotel tersebut. Selang beberapa menit, kebakaran kembali terjadi di lantai bawah. Tepatnya di bagian laundry hotel. Api berhasil dipadamkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar.

Kejadian kebakaran kedua terjadi di Hotel GIBB tersebut pada Minggu (29/3) sekitar pukul 19.00 Wita. Api diketahui pertama kali muncul di lantai 10 hotel tertinggi di Bali itu. Sementara penyebab kebakarannya masih diselidiki. Api berhasil dipadamkan setelah enam unit mobil pemadam kebakaran BPBD Kota Denpasar dan Badung terjun ke lokasi. Selain itu, dua ambulans juga didatangkan. Menurut Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Arimbawa, perlu waktu selama 1,5 jam untuk memadamkan api di lorong Bali Hai lift Hotel GIBB. Untungnya ada hydran di lantai atas sehingga membantu proses pemadaman dengan cepat.

“Luas terbakar lebih kurang 5 X 10 meter. Penyebab diduga konsleting listrik dari lift di lantai 10, dan merembet ke lorong metting Bali Hai,” terangnya, Senin (30/3) lalu.

Selama penanganan tersebut, tiga orang dikabarkan mengalami sesak napas karena menghirup kepulan asap yang tebal. Di antaranya Petugas Damkar BPBD Kota Denpasar berinisial GS, Karyawan GIBB berinisial KA, dan Pegawai GIBB berinisial RW.

“Sudah baik, karena asap cukup tebal, sudah langsung diberi bantuan oksigen. Ada dua ambulans BPBD dan PMI (Palang Merah Indonesia) di lokasi. Naik melalui tangga ke lantai 10 (saat proses pemadaman),” katanya.

Terlepas dari kejadian itu, Hotel GIBB ini sarat akan sejarahnya. Hotel tersebut kerap dipakai oleh Presiden Soekarno, dan ada kamar khusus untuk Ratu Pantai Selatan.

1. Hotel GIBB merupakan karunia Bung Karno untuk Sanur. Luasnya 42 hektare dan memiliki 10 lantai

Menguak Sejarah Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur yang DisucikanIDN Times/Vanny El Rahman

Dilansir dari situs sarasvati.co.id, hotel GIBB merupakan wujud visi pariwisata yang dirintis oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan maksud mengedepankan Indonesia di dunia pariwisata internasional.

Dalam buku Bung Karno Sang Arsitek (2004), Yuke Ardhiati, menuliskan bahwa setahun sebelum Dekrit Presiden 1959, Soekarno telah merintis lobi dengan pemerintah Jepang terkait pengembalian dana perampasan perang. Hingga terwujud Pakta Perjanjian. Beberapa di antaranya Jepang membayar US$223 juta selama 12 tahun, menghapuskan utang niaga pihak Indonesia sebesar US$177 juta, dan memberikan bantuan ekonomi US$400 juta. Termasuk GIBB ini, yang merupakan proyek pembangunan arsitektur, dan diresmikan pada 1 November 1966 ketika Bung Karno dalam tahanan rumah di Wisma Yaso, Jakarta.

Hotel setinggi 10 lantai ini dibangun tahun 1963 dengan luas tertulis 42 hektare. Terbagi menjadi 29 hektare untuk area Tower 10 lantai, 9 hektare untuk area garden, dan 4 hektare untuk resorts/cottages dengan total 523 kamar.

Uniknya, di lobi GIBB dipasang Patung Rajapala karya Nyoman Nuarta. Patung tersebut mengisahkan pemburu bernama Rajapala yang mencuri baju bidadari Ken Sulasih sewaktu mandi di mata air bersama temannya.

Baca Juga: Inilah Suasana Tak Kasat Mata di Ground Zero Menurut Anak Indigo

2. Ada dua kamar suci di hotel ini. Satu di antaranya ruang semadi di tower lantai 3, yang selamat dari kebakaran besar tahun 1993 lalu

Menguak Sejarah Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur yang DisucikanIlustrasi Nyi Roro Kidul. (pinterest.com)

Dalam situs tersebut juga dijelaskan, bahwa di tower lantai 3 kamar nomor 327 Hotel GIBB merupakan ruang semadi Bung Karno. GIBB pernah mengalami tragedi kebakaran besar pada tanggal 20 Januari 1993 silam. Saat itu dikabarkan, hanya kamar nomor 327 tersebut yang tetap utuh. Sementara kamar hotel lainnya ludes terbakar. Kamar nomor 327 hanya mengalami pecah kaca jendela, namun tirai dan kabel listrik di dalamnya masih utuh.

Sontak kejadian itu mengagetkan. Para agamawan dikumpulkan untuk mencari tahu alasan kamar tersebut tidak tersentuh api sama sekali. Hingga akhirnya diketahui, bahwa Bung Karno saat itu telah menyiapkan kamar nomor 327 untuk ruang semadi. Walaupun pada akhirnya belum sempat digunakan.

Bangunan suci selanjutnya adalah cottage nomor 2401 di sebelah selatan tower, yang sengaja dibangun pada tahun 1972 untuk Kanjeng Ratu Kidul. Sebagai tanda kalau bangunan suci ini dikeramatkan, di cottage tersebut terdapat lukisan seorang Ratu mengendarai kereta kencana yang ditarik empat kuda di atas laut.

Pun seluruh aksen cottage ini serba warna hijau, warna yang identik dengan Kanjeng Ratu Kidul. Misalnya seperangkat kursi teras dan sepasang payung kerajaan berwarna hijau menghiasi kanan dan kiri pintu cottage. Interiornya dan seprai tempat tidur ratu selalu diganti setiap malam Jumat, juga berwarna hijau. Ada lemari khusus untuk menyimpan sajadah dan cottage ini berisi barang era 1972-an. Selain itu ada ruang makan dan kamar mandi bathtub bertirai hijau.

Dua kamar suci ini setiap hari dibersihkan dan diganti sesajennya, serta tidak disewakan. Namun dibuka untuk tamu yang ingin melakukan persembahyangan.

3. Menurut Presiden Joko Widodo, GIBB adalah asset negara dan memiliki nilai sejarah tinggi. Sehingga harus dikembangkan

Menguak Sejarah Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur yang Disucikan(Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Dilansir dari situs innagroup.co.id, Presiden Joko "Jokowi" Widodo saat berkunjung ke GIBB pada tanggal 2 Agustus 2017 lalu, menyampaikan bahwa hotel tersebut merupakan aset Negara dengan nilai historis yang tinggi. Karenanya, GIBB patut dikembangkan agar menjadi ikon dan hotel Negara di Bali, terutama Sanur.

Rencana pengembangan GIBB saat itu adalah menyulapnya menjadi kawasan yang lengkap dengan berbagai sarana dan prasarana. Mulai convention center, fasilitas akomodasi, pembuatan pasar seni, serta diperkaya dengan eco-park yang menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Cerita Angker Dam Oongan, Pondasi Dasarnya dari Tubuh Korban Belanda

Topic:

  • Ayu Afria Ulita Ermalia
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya