TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Puluhan Wisatawan Asing Gunakan Layanan Visa on Arrival ke Bali

Kebijakan ini diharapkan bisa memulihkan pariwisata Bali 

Pemeriksaan PPLN oleh petugas Kanim TPI Ngurah Rai. (Dok. IDN Times / istimewa)

Denpasar, IDN Times – Kebijakan tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA) bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang datang ke Bali sudah diberlakukan sejak Senin (7/3/2022).

Pada hari kedua pemberlakukan kebijakan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali, Jamaruli Manihuruk, mengungkapkan bahwa permohonan VoA mulai mengalami peningkatan. 

Baca Juga: Potret Terkini Pantai Kuta, Tak Perlu Tes Antigen dan PCR

1. Ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan oleh orang asing

Pemeriksaan PPLN oleh petugas Kanim TPI Ngurah Rai. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kebijakan membuka Visa on Arrival (VoA) khusus wisata di Bali ini merupakan upaya untuk memudahkan wisatawan mancanegara (wisman). Menurut Jamaruli, pada Selasa (8/3/2022), tercatat sebanyak 31 Warga Negara Asing (WNA) memanfaatkan layanan ini.

“Total sudah ada 31 WNA yang menggunakan VoA dan ini merupakan kabar baik untuk kita semua, khususnya bagi pelaku usaha pariwisata di Provinsi Bali. Kita semua berharap dengan dibukanya kebijakan VoA ini dapat mendatangkan lebih banyak wisman sehingga dapat memulihkan kembali perekonomian Bali yang terdampak pandemik COVID-19,” ujarnya.

Adapun persyaratan yang harus dipersiapkan oleh orang asing untuk mendapatkan VoA khusus wisata saat di counter Imigrasi di antaranya:

  • Paspor yang masih berlaku minimal selama 6 bulan
  • Tiket kembali atau tiket terusan untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain 
  • Dokumen lainnya yang dipersyaratkan sesuai dengan ketetapan Satuan Tugas COVID-19
  • Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk VoA Khusus Wisata diberlakukan sesuai dengan Lampiran Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2019, yakni dengan biaya sebesar Rp500 ribu.

Izin Tinggal yang berasal dari Visa Kunjungan saat kedatangan khusus wisata adalah Izin Tinggal Kunjungan dengan jangka waktu paling lama 30 hari. Izin tersebut dapat diperpanjang paling banyak 1 kali perpanjangan untuk jangka waktu 30 hari di Kantor Imigrasi sesuai wilayah tempat tinggal WNA saat di Indonesia dan tidak dapat dialihstatuskan.

2. Pertugas imigrasi berjaga di 16 counter pemeriksaan

Pemeriksaan PPLN oleh petugas Kanim TPI Ngurah Rai. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menyiapkan sebanyak 16 counter, di mana pada setiap counter, ada 2 orang Petugas Imigrasi. Petugas pemeriksaan keimigrasian dapat melayani penumpang sebanyak 32 orang per menitnya.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, I Nyoman Gede Surya Mataram, mengatakan bahwa petugas imigrasi Kantor Imigrasi Ngurah Rai yang bertugas pada konter-konter pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menerapkan selective policy. Hanya orang asing yang tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum yang dapat masuk ke Indonesia.

Pada Selasa (8/3/2022), di terminal kedatangan telah dilakukan pemeriksaan dan pengawasan kedatangan terhadap kru dan penumpang dari Jet Star Asia Airways 3K-243 rute Singapura - Denpasar. Dilaporkan bahwa pesawat tersebut ditumpangi oleh 7 orang kru stay on board dan 16 orang penumpang. Dari 16 orang tersebut, dilaporkan 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 14 orang Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara.

“Pada penerbangan ini tercatat ada 5 pemohon VoA , yakni 2 orang Warga Negara Malaysia, 2 orang Warga Negara Singapura, dan 1 orang Warga Negara Amerika Serikat,” jelasnya.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Dok. IDN Times/Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai)

Sementara itu, kedatangan Singapore Airlines SQ-944 rute Singapura - Denpasar dilaporkan membawa 13 orang kru stay on board dan 195 orang penumpang yang terdiri dari 60 WNI dan 135 orang WNA dari berbagai negara.

“Pada penerbangan ini tercatat ada 26 pemohon VoA yang berasal dari Australia 4 orang, Kanada 2 orang, Perancis 3 orang, Jerman 3 orang, Malaysia 3 orang, Singapura 1 orang, Inggris 5 orang, dan Amerika Serikat 5 orang,” ungkap Gede Surya Mataram.

Berita Terkini Lainnya