Ilustrasi (IDN TImes/Ita Malau)
Pertanyaan pertama IDN Times adalah apakah ia setuju apabila bisnis dimulai dengan berutang? Ia menyatakan setuju, tetapi tidak untuk memulai bisnis. Bisnis yang dibangun dari awal harus menggunakan modal sendiri. Gimana caranya untuk mendapatkan modal sendiri? Semuanya harus dimulai dari usaha kecil.
"Harus kerja ikut orang lain dulu. Bisa juga bantu jualan barang orang lain dengan konsinyasi. Barang laku, baru bayar. Misalnya, beli atau konsinyasi permen sebungkus lalu diecer. Atau pinjam barang dari UKM untuk dijual ecer keliling. Hasilnya baru ditabung," katanya saat dihubungi IDN Times via pesan WhatsApp, Kamis (15/10/2020).
Selain berdagang barang, juga bisa menjual jasa sesuai keahlian yang dimiliki. Seperti pengalaman Heli sebelumnya, ia menerjuni bisnis jasa service komputer. Ia memiliki keahlian di bidang komputer dan IT. Bisnis tanpa modal, tetapi menjual keahlian.
Ketika memulai bisnis untuk pertama kalinya, seseorang pasti akan mendapatkan cibiran. Heli adalah orang yang pernah mendapatkan hinaan dari orang lain kala itu. Ia masih membiayai hidup orangtuanya Rp2,7 juta per bulan, dan 13 kali mengalami kebangkrutan. Ia mengaku sedih, dendam, dan marah. Hidupnya semakin buruk.
"Suatu ketika, seperti ada sesuatu yang menyadarkan saya, seperti sedang dicuci di dunia menjadi manusia baru yang lebih baik, lebih berguna. Saya harus menerima dan mengikhlaskan semuanya. Tidak mudah. Butuh proses. Sampai benar-benar ikhlas dan tidak merasakan sakit sedikit pun. Lalu saya fokus pada apa yang saya inginkan. Fokus pada hal-hal yang membahagiakan. Fokus pada keluarga. Tidak mau lagi dengan kehidupan tampak kaya, kebiasaan berutang bank, dan pemborosan. Terutama pengembangan diri saya sendiri terlebih dahulu. Memantaskan diri untuk menjadi orang kaya. Saya harus pantas, dan akan terus memperbaiki diri untuk lebih pantas lagi. Sampai Tuhan memercayakan rejeki yang besar untuk saya pertanggungjawabkan suatu hari nanti. Saya harus pantas mengemban rejeki yang lebih besar. Tuhan gak takut lagi rejeki itu akan saya salah gunakan. Ingat juga untuk bersedekah."