Instagram.com/nastyatropi
Saksi mengaku menyayangkan atas peristiwa itu. Maksud hati ingin cepat-cepat menolong korban yang kondisinya sedemikian rupa, tapi ada pihak rumah sakit swasta yang disebutnya menolak untuk mengevakuasi. Saksi saat itu menelepon rumah sakit itu dua kali. Namun jawabannya tetap sama: ambulans sedang sibuk.
Evakuasi korban berlangsung sekitar satu jam kemudian, setelah saksi teringat ada Damkar (Pemadam Kebakaran) Kabupaten Badung di Jalan Kunti II yang memiliki ambulans. Setelah mengontak pihak damkar, korban berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.
“Saya kontak ambulans rumah sakit (Menyebut nama rumah sakit). Dua kali ditolak terus. Dulu pas ada kejadian juga gitu, ditolak. Dengan alasan full. Ya sudah kami ngamanin lalu lintas dulu, terus lapor ke pos polisi yang di dekat Mc Donalds (traffic light Jalan Nakula). Baru nyari ambulans lagi. Baru keingat kalau damkar punya ambulans. Panggil langsung datang,” ucapnya.
Hingga menjelang proses evakuasi korban, lokasi kejadian semakin ramai dilihat orang. Setelah korban dievakuasi, sepeda motornya juga dibawa oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar ke Mapolresta Denpasar.
Hingga saat ini jenazah korban masih dititipkan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar.
“Belum (Belum diambil keluarganya),” ungkap Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Kunti Yulianti, saat dikonfirmasi pada Rabu (24/6).