Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Lukisan Karya Seniman Perempuan Asal Istanbul Dipamerkan di Bali
Seniman perempuan asal Istanbul, Halime Türkyılmaz (tengah), bersama Direktur Art Xchange Gallery, Benny Oentoro (kanan). (IDN Times/Ayu Afria)

Badung, IDN Times - Seorang seniman perempuan asal Istanbul, Halime Türkyılmaz, tampak duduk santai di kursi panjang dengan gaun berwarna fuchsia dan rambut digerai, di salah satu sudut Art Xchange Gallery, Kuta Utara. Kedatangannya ke Bali sekaligus untuk berkolaborasi dalam pameran tunggalnya, The Heart of the Land yang diselenggarakan pada 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 mendatang.

Berbeda dengan seniman lainya, Halime membuat karyanya tidak menggunakan kuas, akan tetapi menggunakan alat suntik. Teknik ini menjadikan karyanya semakin menarik.

"Saya mulai dari titik atau dot (yang diteteskan melalui alat suntik)," ungkap Halime, pada Senin (27/7/2026).

Kolaborasi membuka babak baru antara Bali dan Istanbul

Tangkapan layar teknik melukis seniman perempuan asal Istanbul, Halime Türkyılmaz (Dok.IDN Times/istimewa)

Menurut Direktur Art Xchange Gallery, Benny Oentoro pada bulan Juli ini, Art Xchange Gallery (Bali) dan McArt.ist (Istanbul) mempersembahkan The Heart of the Land, pameran seniman kontemporer Halime. Kolaborasi ini menjadi bukti seni memiliki kemampuan unik untuk menghubungkan berbagai budaya, komunitas, dan insan kreatif lintas batas. Lebih dari sekadar pameran biasa, proyek ini menandai dimulainya kolaborasi internasional jangka panjang yang didedikasikan untuk memperkuat dialog budaya, mendukung seniman pendatang baru maupun yang telah mapan, serta menciptakan peluang baru bagi pertukaran artistik antar wilayah di dunia.

"The Heart of the Land mengeksplorasi tema-tema seputar ingatan, alam, rasa memiliki, dan lanskap emosional yang menghubungkan manusia dengan suatu tempat. Melalui pameran ini, audiens di Bali akan merasakan perspektif artistik kontemporer dari Turki sembari merayakan bahasa seni yang universal," jelasnya.

Seni lukis menjadi jembatan budaya seniman kontemporer Bali dan Turki

Lukisan karya seniman perempuan asal Istanbul, Halime Türkyılmaz (IDN Times/Ayu Afria)

Pameran ini juga menjadi inisiatif pratinjau penting menuju ajang McArt Awards 2026 mendatang, sebuah platform internasional yang dirancang untuk mempertemukan seniman, kurator, galeri, kolektor, dan institusi budaya dari seluruh dunia. Bukan sekadar peristiwa yang berdiri sendiri, kolaborasi ini merupakan langkah awal dalam membangun jembatan budaya berkelanjutan antara Bali, Turki, dan komunitas seni kontemporer internasional.

"Pameran ini mengajak pengunjung tidak hanya untuk menikmati karya seorang seniman, tetapi juga untuk menyaksikan awal mula kemitraan budaya internasional yang baru," tegasnya.

Seniman perempuan di Turki lebih banyak daripada Indonesia

Seniman perempuan asal Istanbul, Halime Türkyılmaz (IDN Times/Ayu Afria)

Seniman perempuan di Bali, Indonesia, dan Turki memiliki sejumlah perbedaan. Di Indonesia, jumlah seniman perempuan bisa dihitung jari, sementara di Turki jumlahnya seimbang dengan seniman laki-laki.

Benny mengatakan, perempuan di Indonesia pada umumnya memiliki kecenderungan berhentiberkarya setelah menikah dengan alasan kesibukan mengurus rumah tangga dan juga tidak mendapatkan izin dari suaminya. Perubahan baru dirasakan belakanga ini, sebaga emansipasi perempuan dan geliat seniman perempuan mulai banyak terlihat di permukaan.

"Kalau di Indonesia sendiri pelukis perempuan agak dianaktirikan ya. tapi belakangan banyak muncul seniman seniman perempuan ," ungkap Benny.

Sedangkan Halime menjelaskan, seniman perempuan di Turki geliatnya sangat terlihat, sama seperti seniman laki-laki. Pada pameran seni pun jumlah mereka terlihat dengan jelas. Ia sendiri sebagai ibu rumah tangga juga tetap berkarir menjadi seniman.

"Equal. Di Turki seniman perempuan sangat populer saat ini," jelasnya.

Editorial Team

Related Article