Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Merawat Furnitur Outdoor Awet dan Gak Cepat Rusak

ilustrasi furnitur outdoor (pexels.com/Al Garcia)
ilustrasi furnitur outdoor (pexels.com/Al Garcia)

Membuat ruangan outdoor adalah keputusan yang pas bagi kamu yang ingin suasana alami dan segar. Untuk mempercantik, letakkan perabotan sebagai pelengkap untuk bersantai. Furnitur seperti meja, kursi, sofa, dan bantal dapat menghiasi dekorasi ruangan outdoor.

Namun, perlu kamu ingat bahwa ruangan outdoor membutuhkan sedikit perawatan lebih. Apalagi jika kamu menaruh furnitur di luar. Paparan sinar matahari dan hujan dapat menyebabkan kerusakan terhadap furnitur. Untuk itu, perlu melindunginya dengan melakukan beberapa cara perlindungan seperti tujuh cara di bawah ini.  

1. Pilih material yang tahan cuaca

ilustrasi furnitur outdoor (freepik.com/lifeforstock)
ilustrasi furnitur outdoor (freepik.com/lifeforstock)

Ketika membeli furnitur outdoor, usahakan memilih material yang tahan cuaca. Material seperti kayu jati, aluminium, kayu eukaliptus dan anyaman resin sintetis bisa jadi pilihan yang pas. Furnitur dari bahan-bahan tersebut tahan terhadap kelembapan dan sinar UV. Selain itu, juga tidak mudah retak, melengkung atau pudar saat diletakkan di luar ruangan.

Sebaiknya hindari furnitur yang terbuat dari kayu lunak seperti pinus, karena tidak dapat bertahan lama. Material yang terbuat dari logam yang tidak diolah juga sebaiknya dihindari karena dapat berkarat atau membusuk dengan cepat saat terkena cuaca. Biar gak bingung, kamu bisa bertanya sebelum membeli terkait material dan daya tahan furnitur tersebut. Pilih furnitur yang secara khusus diberi label untuk penggunaan di luar ruangan. Cara ini sangat ampuh untuk berhemat. Membeli barang yang berkualitas adalah investasi jangka panjang, sehingga tidak perlu terus menerus membeli atau mengganti setiap tahunnya.

2. Gunakan penutup sebagai pelindung furnitur

ilustrasi penutup sofa (pexels.com/SlipcoversKAS.com)
ilustrasi penutup sofa (pexels.com/SlipcoversKAS.com)

Berilah penutup furnitur untuk melindunginya dari sinar matahari dan hujan. Kamu bisa mencari penutup yang kedap air, tahan UV, namun tetap memberikan udara bagi furnitur untuk bernapas. Contoh pelindung furnitur adalah sarung furnitur anti air, sarung set meja dan sofa, sarung kursi taman, dan lainnya.

Penutup ini berfungsi untuk menghalau sinar UV, debu, dan kelembapan. Selain sebagai pelindung, penutup furnitur juga membantu menjaga tampilan dan fungsi dari furnitur. Kamu bisa mencari di toko offline maupun online. Biar gak salah beli, carilah penutup khusus yang telah dirancang untuk melindungi furnitur outdoor. Namun, perlu kamu ingat untuk sesekali membuka penutup furnitur agar terkena udara segar.

3. Berikan cairan pelindung untuk material kayu atau logam

ilustrasi mengoleskan sealant kayu (freepik.com/freepik)
ilustrasi mengoleskan sealant kayu (freepik.com/freepik)

Furnitur yang terbuat dari kayu atau logam perlu perhatian lebih. Untuk menjaganya tetap awet, kamu bisa memberikan cairan pelindung atau sealant. Cairan ini sangat membantu bagi kamu yang punya furnitur dari kedua bahan tersebut. Ada sealant khusus kayu dan adapula sealant yang digunakan untuk material logam.

Sealant kayu mencegah masuknya kelembapan dan melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari. Sedangkan, sealant logam berupa semprotan atau pelapis antikarat yang dapat menghentikan korosi sebelum terjadi pada furnitur. Menggunakan sealant bermanfaat untuk memperpanjang usia furnitur agar lebih awet. Kamu hanya perlu mengaplikasikan sealant sekali atau dua kali dalam setahun. Mudah, bukan?

4. Pasang atap penutup jika memungkinkan

ilustrasi resor (pexels.com/Jonathan Borba)
ilustrasi resor (pexels.com/Jonathan Borba)

Meletakkan furnitur di luar ruangan berarti harus siap menerima konsekuensi perubahan cuaca. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kamu bisa melindunginya dengan memasang atap penutup di atasnya. Kamu bisa memasang pergola, kanopi, atau penutup seperti payung untuk membantu menghalangi sinar UV yang berbahaya.

Memasang atap penutup juga akan membuat suasana jadi lebih teduh dan tidak panas. Sehingga, kamu akan nyaman untuk bersantai di luar ruangan. Selain fungsional, atap penutup ini juga dapat menjadi dekorasi pelengkap untuk menambah gaya dari furnitur outdoor kamu. 

5. Hindari meletakkan furnitur langsung di atas tanah

ilustrasi furnitur outdoor (unsplash.com/Clay Banks)
ilustrasi furnitur outdoor (unsplash.com/Clay Banks)

Lindungi furnitur dengan tidak meletakkannya di atas tanah langsung. Menyimpan furnitur di atas tanah bisa memicu kelembapan, terutama setelah hujan. Hal ini semakin buruk bagi material kayu atau logam. Furnitur berbahan kayu dan logam dapat lebih cepat membusuk atau berkarat jika bersentuhan dengan permukaan basah.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa menggunakan penyangga furnitur, kaki karet, atau meletakkan furnitur di atas karpet khusus outdoor. Membuat ruangan outdoor memang membutuhkan perawatan ekstra. Tujuannya, agar furnitur tidak cepat rusak dan dapat digunakan jangka panjang.

6. Ubah tata letak furnitur secara berkala

ilustrasi furnitur outdoor (unsplash.com/Cameron Smith)
ilustrasi furnitur outdoor (unsplash.com/Cameron Smith)

Layaknya furnitur indoor, kamu juga dapat mengubah layout dari furnitur outdoor. Lakukan rotasi dengan memutar penataan dari kursi, meja, bantal sofa, pot bunga, dan furnitur lainnya. Tujuannya tidak lain untuk mencegah bagian-bagian tertentu dari menanggung beban cuaca.

Mengubah tata letak memastikan agar furnitur mendapat paparan sinar matahari dan hujan yang merata. Biasanya, ada furnitur yang gampang melengkung saat terkena panas matahari. Jadi, biar bentuknya gak berbeda sendiri, kamu bisa rotasi penempatan furnitur tersebut. 

7. Bawa furnitur ke dalam rumah saat cuaca ekstrem

ilustrasi furnitur outdoor (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi furnitur outdoor (pexels.com/Pixabay)

Terakhir, kamu bisa membawa furnitur ke dalam rumah saat cuaca ekstrem. Walaupun kamu sudah memasang pelindung furnitur, namun alangkah lebih baik jika kamu membawanya masuk ke rumah saat cuaca buruk. Cuaca yang ekstrem seperti hujan es, salju, badai besar, hingga panas ekstrem bisa merusak furnitur.

Simpan furnitur di garasi, gudang, atau tempat penyimpanan lain yang aman. Meskipun furnitur sudah tahan cuaca, namun tidak ada material yang sepenuhnya kebal terhadap kondisi yang parah. Memindahkan furnitur mungkin membutuhkan usaha lebih, namun ini lebih baik daripada harus menanggung kerusakan yang fatal akibat cuaca ekstrem.

Meletakkan funitur di luar ruangan bisa menambah estetika rumah. Tetapi, di balik itu ada perawatan yang harus dilakukan agar furnitur gak cepat rusak. So, kalau mau furnitur outdoor kamu awet, terapkan ketujuh cara di atas, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Sasih Kaulu Fase Penting Menjelang Pergantian Tahun Saka

20 Jan 2026, 14:39 WIBLife