Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Memuliakan Aksara dan Lontar di Museum Lontar Desa Dukuh

Ketua dan Sekretaris Yayasan Karya Buana Lestari saat menjelaskan Festival Khazanah Lontar Bali. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Ketua dan Sekretaris Yayasan Karya Buana Lestari saat menjelaskan Festival Khazanah Lontar Bali. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Karangasem, IDN Times - Yayasan Karya Buana Lestari melaksanakan Festival Khazanah Lontar Bali. Acara bertemakan Puja Stuti Saraswati dibuka di Museum Pustaka Lontar, Desa Dukuh Penaban, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Sabtu (8/2/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 bulan, sejak Januari hingga Oktober 2025. Biayanya bersumber dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana yang diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

1. Untuk merayakan dan memuliakan aksara, lontar, dan tradisi sastra

Peralatan untuk menulis aksara di daun lontar. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Peralatan untuk menulis aksara di daun lontar. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Kegiatan Puja Stuti Saraswati melalui Festival Khazanah Lontar Bali ini digelar untuk merayakan dan memuliakan aksara, kebudayaan lontar, dan tradisi sastra Bali. Lontar adalah kesenian yang bersumbangsih memajukan budaya di Indonesia.

Ketua Yayasan Karya Buana Lestari, Nengah Suarya, menyebutkan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, lontar tergolong satu dari sepuluh objek pemajuan budaya (OPK) pengetahuan tradisional.

"Kegiatan ini dibuka bertepatan dengan Hari Suci Saraswati. Menurut keyakinan umat Hindu, hari ini adalah hari turun ilmu pengetahuan," ungkap Jro Suarya, sapaan akrabnya.

2. Festival Khazanah Lontar Bali digelar selama 10 bulan

Sekretaris Yayasan memperlihatkan kumpulan lontar. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Sekretaris Yayasan memperlihatkan kumpulan lontar. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Festival Khazanah Lontar Bali dilaksanakan selama 10 bulan. Meliputi kegiatan workshop dan pementasan budaya di beberapa daerah Bali. Satu di antara kegiatanya dipusatkan di Museum Lontar Desa Dukuh, Kabupaten Karangasem. 

"Selain itu juga kegiatan ini juga akan digelar di Kecamatan Karangasem dan Abang, Karangasem. Seperti pementasan budaya," kata Jro Suarya. 

Selain itu, kegiatan ini akan digelar di Kota Denpasar berkolaborasi dengan Universitas Negeri Hindu Indonesia (UNHI). Setelah itu baru digelar di Kabupaten Singaraja dengan melibatkan pemerhati serta aktivis budaya dan kesenian.

"Kegiatan dalam festival ini yakni parada budaya, workshop pembuatan lontar, usada, dan workshop prasi. Kita akan adakan kegiatan kemah nyiyastra, digitalisasi lontar, klinik lontar, festival sastra, fragmen tari wagiswari, serta wayang joblar," jelasnya.

3. Sasaran Festival Khazanah Lontar Bali

Ketua dan Sekretaris Yayasan Karya Buana Lestari saat menjelaskan Festival Khazanah Lontar Bali. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Ketua dan Sekretaris Yayasan Karya Buana Lestari saat menjelaskan Festival Khazanah Lontar Bali. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Sasaran kegiatan Puja Stuti Saraswati adalah masyarakat luas untuk menggugah kesadaran agar dapat melanjutkan, melestarikan, dan menguatkan tradisi. Sehingga tidak sampai punah digerus oleh zaman.

Kegiatan ini juga akan mengupas keberadaan lontar dari hulu ke hilir. Masyarakat dapat memahami dan menyadari, serta memanfaatkannya. Lontar-lontar ini biasanya tersimpan sebagai koleksi pribadi, dan masyarakat yang sengaja menyimpan koleksi lontar.

Naskah lontar ini tak hanya terkait dengan catatan penulis tentang agama, filsafat, babad atau silsilah, dan kawisesan saja. Naskah lontar juga memuat permasalahan keseharian, politik, obat alternatif, kearifan untuk menjaga hutan, hingga regulasi lokal juga dipraktikkan. Jadi, festival ini harapannya agar masyarakat bisa menyelamatkan dan memelihara keberadaan lontar untuk keberlangsungan budaya Nusantara, khususnya di Bali. Terlebih, saat ini lontar dan penulisannya jadi budaya yang kurang diminati oleh generasi muda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest Life Bali

See More

Hari Baik Menurut Hindu Bali 7 Desember 2025, Baik Membangun Irigasi

07 Des 2025, 10:06 WIBLife