Gianyar, IDN Times - Persebaya Surabaya sudah berusaha tampil maksimal dalam semifinal Piala Presiden 2026 yang diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Selasa (4/8/2026) malam, meski kondisi kesehatan pemain sedang kacau.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernando Tavares Fernando Jose, usai pertandingan menyampaikan pertandingan malam ini terasa sangat sulit apalagi mental pemainnya sedang kacau, lelah, dan banyak emosi.
"Mereka bukan mesin," tegasnya.
Hal ini terekam dari beberapa kali kesalahan yang dibuat, sehingga tidak maksimal membobol gawang Arema FC. Mereka hanya menyumbang satu gol. Akibatnya, rotasi pemain di tubuh Persebaya malam ini juga tidak bisa diakukan maksimal.
"Sejujurnya ini bukan pertandingan yang sempurna yang kami tahu dan ingin kami selesaikan. Kami memiliki waktu kurang dari sehari untuk mempersiapkan permainan dibandingkan Arema. Pemain kami sudah sangat kelelahan. Tapi hari ini mereka warriors, menunjukkan attitude yang bagus, dan mengutamakan skor," terangnya.
Kerja keras Tim Persebaya Surabaya terbayar dengan satu gol di akhir babak pertama, yang dicetak oleh Yuran Fernandes Rocha Lopes dengan nomor punggung 4. Banyak pemain dari kedua tim yang berkali-kali mendapatkan kartu kuning dari wasit.
Sementara itu, Kapten Tim Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, merasa pertandingan ini tidak mudah karena kelelahan. Timnya juga banyak melakukan kesalahan yang sebetulnya ia anggap tidak perlu.
"Tapi malam ini teman-teman bisa memanfaatkan, bahwa hari ini kita bisa memenangkan pertandingan," ungkapnya.
