Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sang Penyelamat Persebaya, Ini Trofi Kedua Reza Arya Bersama Tavares
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares dan Kiper Reza Arya Pratama memamerkan trofi Piala Presiden 2026 dalam konferensi pers di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026). (IDN Times/Yuko Utami)

  • Kiper Reza Arya Pratama menepis dua penalti Persib Bandung, mengantar Persebaya Surabaya juara Piala Presiden 2026 melalui adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
  • Reza menyebut gelar ini sebagai trofi keduanya bersama pelatih Bernardo Tavares, sekaligus modal untuk menjaga konsistensi Persebaya menghadapi Indonesia Super League.
  • Tavares memuji perjuangan tim di tengah waktu pemulihan singkat; kemenangan ini mengakhiri penantian 22 tahun Persebaya tanpa gelar juara besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti. Kiper Reza Arya Pratama menepis dua tendangan Persib dalam penentuan juara.
  • Who?
    Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Reza Arya Pratama, pelatih Bernardo Tavares, serta Yuran Fernades terlibat dalam laga final dan adu penalti.
  • Where?
    Final Piala Presiden 2026 berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali.
  • When?
    Persebaya meraih trofi pada Kamis malam, 6 Agustus 2026.
  • Why?
    Persebaya memenangkan trofi setelah mempertahankan perjuangan hingga akhir laga dan unggul dalam adu penalti. Gelar ini menjadi trofi Piala Presiden pertama bagi Persebaya setelah 22 tahun tanpa gelar juara besar.
  • How?
    Penentuan juara berlangsung melalui adu penalti. Reza menepis dua eksekusi Persib, sementara Yuran Fernades dari Persebaya gagal mengeksekusi tendangan pada putaran pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gianyar, IDN Times - Kiper Reza Arya Pratama menjadi penyelamat Persebaya Surabaya, karena berhasil menepis dua tendangan Persib Bandung dalam adu penalti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Kamis (6/8/2026) malam.

"Menurut saya ini permulaan karena Ini pramusim. jadi yang paling penting kita bisa menjalani liga dengan bagus, karena liga ini sangat panjang. Kita masih pemanasan, dan alhamdulillah bisa menjadi juara. Semoga nanti di liga (Indonesia Super League), kita bisa tampil konsisten. Ini trofi kedua saya bersama (Bernardo) Tavares (Pelatih Persebaya Surabaya). Semoga ke depannya bisa jauh berprestasi lagi bersama Persebaya," kata Reza dalam konferensi pers setelah laga.

Bernardo Tavares menyatakan pengalaman bermain di Bali dan menjalani laga ini tidak mudah. Para pemain tidak cukup banyak waktu untuk mengembalikan stamina dan pemulihan. Meski begitu ia bangga karena timnya menang.

"Saya mau mengatakan bahwa tidak mudah rasanya kehilangan trofi lewat adu penalti di partai final karena pernah mengalami pengalaman pahit serupa di liga lain. Tapi hari ini saya sangat bahagia karena kami berhasil menang," kata Tavares.

Ia memuji semangat juang tim yang tetap terjaga hingga akhir pertandingan. Menurutnya, itu yang harus dipertahankan dan berhasil membawa pulang trofi Piala Presiden pertama bagi Persebaya.

"Setelah 22 tahun tanpa gelar juara besar, penantian itu berakhir. Hari ini, 6 Agustus, Persebaya resmi meraih trofi," jelasnya.

Persebaya Surabaya menjalani laga uji coba internasional melawan Penang FC pada tanggal 15 Agustus 2026 di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Ia berharap Bonek dan Bonita memadati stadion laga tersebut.

"Cara terbaik untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemain adalah dengan memadati stadion. Ayo, penuhi stadion! Untuk Persib, mereka juga sudah berjuang dan layak diapresiasi, meski sayangnya hanya satu tim yang bisa menang," lanjutnya.

Sekadar diketahui, Persebaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah melewati babak panjang karena berakhir di adu penalti. Sempat ada drama dalam adu penalti ini. Pemain asing yang bergabung bersama Persebaya pada Juli 2026, Yuran Fernades, gagal mengeksekusi tendangan adu penalti putaran pertama. Ia langsung membungkuk dan menutupi wajah dengan kedua tangannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article