Joao Ferrari (merah) saat mendapatkan hukuman kartu kuning. (Instagram.com/baliunitedfc)
Bagian paling menarik dari kedatangan Dugandzic menjelang penutupan bursa transfer pemain ini adalah kosongnya lini belakang Serdadu Tridatu. Bali United harus rela kehilangan palang tembok tangguhnya, Joao Ferrari, yang mengalami cedera lutut kanan parah pada sesi latihan. Hal ini membuat bek asal Brasil harus menepi dengan waktu lama dan terpaksa dicoret dari skuad.
Namun yang jadi sorotan, alih-alih mendatangkan bek pengganti, manajemen justru memilih merekrut penyerang. Dikutip dari Baliutd.com, CEO Bali United, Yabes Tanuri, menjelaskan bahwa perekrutan Dugandzic murni untuk memperkuat kedalaman skuad usai berkoordinasi dengan pelatih. Keputusan ini membuka kemungkinan adanya pergeseran posisi di lini belakang Bali United.
Beberapa skenario yang bisa terjadi seperti pemain lokal atau pemain asing di posisi lain digeser untuk menambal lubang yang ditinggalkan Ferrari. Bisa juga formasi bertahan disesuaikan dari empat bek menjadi tiga bek dengan bantuan wing back. Tapi yang jelas, tanpa Ferrari dalam waktu lama, publik Bali United patut menanti bagaimana Johnny Jansen meracik ulang lini pertahanannya.
Marko Dugandzic termasuk pemain asing di Super League 2026/2027 yang baru pertama kali merumput di Indonesia. Sangat menarik menantikan debut pemain asal Kroasia ini, apakah langsung bisa nyetel dengan gaya permainan Johnny Janses, atau masih perlu adaptasi di beberapa laga ke depan.