TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Permainan Gaib yang Jadi Warisan Budaya Indonesia

Bahkan ada yang difilmkan ke layar lebar lho

Salah satu permainan mistis Ago Gilo. (YouTube.com/MDW TELUK KUALI)

Sebagian masyarakat di Indonesia masih percaya dengan hal-hal yang berbau gaib atau mistis. Hal ini karena masyarakat percaya adanya kehidupan di alam lain selain alam manusia. Manusia selalu berdampingan dengan hal-hal gaib ini.

Indonesia sendiri memiliki permainan yang erat kaitannya dengan alam gaib atau dunia spiritual. Walaupun di era modern, namun ada yang masih memainkannya. Bahkan permainan yang bernama jelangkung dibuatkan filmnya. Judulnya adalah Jailangkung Sandekala. Berikut ini deretan permainan gaib yang jadi warisan budaya Indonesia.

Baca Juga: 7 Mantra Penangkal Leak, Bisa Digunakan Sehari-hari

Baca Juga: 5 Makhluk Mitologi Hindu, Selain Barong dan Rangda

1. Jelangkung atau jailangkung

https://www.youtube.com/embed/vDjjl1rqrCU

Permainan ini populer setelah banyak diangkat ke film layar lebar. Dalam permainan ini dilakukan pemanggilan arwah-arwah di sekitarnya. Biasanya sarana yang digunakan adalah batok kelapa yang dibentuk mirip manusia. Semua pasti tahu bagaimana prosesi pemanggilan roh ini, yaitu menggunakan tembang "Jelangkung, jelangkung, datang diundang pulang tak diantar."

Jika media ini bergerak, maka rohnya dianggap sudah merasukinya. Orang-orang yang ikut dalam permainan ini bisa menanyakan banyak hal ke media tersebut. Konon, jika salah dalam melaksanakan ritual atau prosesi dapat berakibat pada hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Bambu Gila

https://www.youtube.com/embed/iGLDvJPijq4

Permainan bambu gila berasal dari Provinsi Maluku. Biasanya diikuti oleh minimal 7 peserta dengan jumlah ganjil. Para peserta nantinya memegang bambu berdiameter sekitar 8 centimeter. Bambu ini akan diberikan mantra-mantra oleh ahli spiritual. Setelah itu, bambu ini akan bergerak liar dan menjadi berat.

Permainan ini diiringi musik. Semakin cepat tempo musiknya, maka gerakan bambu akan semakin cepat dan liar. Pada akhir permainan, ahli spiritual akan memegang bambu tersebut hingga diam seperti keadaan semula.

Melansir dari Warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Bambu Gila terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2010, dengan kategori Tradisi dan Ekspresi Lisan.

3. Nini Towong

https://www.youtube.com/embed/2mxUwmpAkXc

Nini Towong terdiri dari dua kata. yaitu Bahasa Jawa nini yang berarti embah wedok atau nenek, dan towong yang berarti kosong atau lowong. Jadi Nini Towong adalah seorang nenek dan menempati tempat yang masih kosong. Permainan ini berasal dari Yogyakarta, tepatnya daerah Gunung Kidul, Pundong, hingga Kota Gede.

Permainan ini dilaksanakan pada malam hari saat terang bulan. Menggunakan sarana  berupa gayung tempurang dan tangkainya dimasukkan ke dalam alat perangkap ikan bernama bubu bambu (icir). Gayung tempurang ini juga diberi pakaian adat setempat dan diberi hiasan di bagian kepala hingga badannya.

Media ini dapat bergerak setelah dimasuki roh. Nini Towong merupakan penggambaran sederhana tentang manusia yang bisa hidup di dunia karena ada rohnya. Sedangkan pakaian dan perhiasan yang dikenakan sebagai lambang duniawi.

Nini Towong juga terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2010, dengan kategori Tradisi dan Ekspresi Lisan.

4. Debus

Salah satu atraksi debus. (YouTube.com/SANG MUSAFIR SEJATI)

Debus dikenal sebagai seni pertunjukan yang ekstrem. Dalam beberapa provinsi di Indonesia, Debus memiliki ciri khasnya masing-masing. Tersebar di Banten, Bengkulu, Jawa Timur, Riau, hingga Sumatra Barat. Debus di wilayah itu telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) sejak tahun 2010 hingga 2021, kategori Seni Pertunjukan. 

Debus lebih ke arah seni kekebalan seseorang. Atraksi yang umum dilakukan adalah memotong atau menusuk bagian tubuh menggunakan senjata tajam. Tentu saja atraksi ini mengundang bahaya bagi pemainnya jika bukan orang yang ahli atau punya kemampuan khusus.

Setiap wilayah juga memiliki sejarah awal mulanya. Sebut saja di Banten. Debus sudah ada sejak abad 17 Masehi (tahun 1651-1652) pada masa Kesultanan Banten, Sultan Agung Tirtayasa. Debus awalnya diciptakan sebagai latihan perang para prajurit Banten untuk mempertahankan negara. Kata Debus juga diambil dari nama sebuah alat besi sepanjang 40 centimeter dan runcing di bagian ujungnya. Pada bagian pangkalnya terdapat dudukan dari kayu yang dililit oleh pelat baja.

Verified Writer

Ari Budiadnyana

Menulis dengan senang hati

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya