Kabar Terbaru: Jonru Ginting Dinyatakan Bebas Atas Permintaan Sendiri

Semoga tidak ada lagi ujaran kebencian ya

Jakarta, IDN Times - Sudah lama ya tidak mendengar kabar Jonru Ginting. Pria yang memiliki nama lengkap Jon Riah Ukur ini ini kabarnya telah dinyatakan bebas bersyarat lho. Hal ini dibenarkan oleh pengacaranya, Djudju Purwanto. Kliennya telah keluar dari Lapas Cipinang.

“Iya betul (Sudah bebas), tadi sekitar jam 3 sore abis ba'da ashar dari Rutan Cipinang,” kata Djudju kepada IDN Times melalui sambungan telepon, Jumat (23/11). Bagaimana ceritanya?

1. Jonru Ginting ajukan bebas bersyarat sejak satu bulan lalu

Kabar Terbaru: Jonru Ginting Dinyatakan Bebas Atas Permintaan SendiriDok. IDN Times/Istimewa

Baca Juga: Segera Diproduksi Massal, ini Spesifikasi dan Harga Gesits

Djudju membenarkan jika Jonru Ginting telah bebas dari penjara setelah mengajukan permohonan bebas bersyarat.

Jonru sendirilah yang telah mengajukan bebas bersyarat sejak satu bulan lalu. Permohonan bebas bersyarat itu diajukan dirinya dan rekan-rekan dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI).

“Ya kan sesuai dengan KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) kalau seseorang sudah menjalani hukumannya lebih dari 2 per 3 vonisnya, maka dia punya hak untuk bebas bersyarat gitu,” jelas Djufju.

2. Permohonan bebas bersyarat dikabulkan Lapas Cipinang karena Jonru berkelakuan baik

Kabar Terbaru: Jonru Ginting Dinyatakan Bebas Atas Permintaan SendiriDok. IDN Times/Istimewa

Menurut Djufju, permohonan bebas bersyarat itu dikabulkan oleh pihak Lapas Cipinang karena mereka menilai, selama dalam masa tahanan Jonru memiliki kelakuan yang baik.

“Artinya ya berkelakuan baik dalam tahanan, tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum, ya sesuai dengan ketentuan yang berlakulah begitu,” sambungnya.

3. Jonru Ginting sudah menjalani masa tahanan selama 14 bulan

Kabar Terbaru: Jonru Ginting Dinyatakan Bebas Atas Permintaan SendiriDok. IDN Times/Istimewa

Baca Juga: Waspada! 12 Koperasi di Bali Bodong, Terbanyak Ada di Tabanan

Pria beranak empat ini sudah ditahan selama 14 bulan sejak November tahun lalu.

Sebelumnya, Majelis hakim PN Jakarta Timur yang dipimpin oleh Antonio Simbolon, menyatakan Jonru melanggar pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU nomor 11 tahun 2008 sebagaimana diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016 mengenai informasi dan transaksi elektronik.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian terhadap individu masyarakat tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) sebagaimana dalam dakwan ke satu," kata hakim pada saat itu.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya