Ilustrasi donor darah/pxhere.com
Padahal Tabanan memerlukan 6000 kantung darah setiap tahunnya. Sebelum ada pandemik saja, kebutuhan darah juga belum bisa terpenuhi. Pihak PMI Tabanan masih memerlukan bantuan dari UTD PMI provinsi maupun kabupaten/kota. Apalagi penurunan 30-40 persen ini, membuat PMI Tabanan semakin kesulitan. Menurut Sumardika, turunnya stok darah karena berkurangnya kegiatan donor darah.
"Dulu sebelum pandemik, setiap minggu kegiatan donor paling sedikit dua kali," kata Sumardika, Minggu (11/10/2020).
Selama pandemik, kegiatan donor darah juga vakum karena masyarakat masih takut untuk berkumpul. Terutama sebelum bulan Agustus 2020.
"Sebelum bulan Agustus jarang sekali ada kegiatan. Pernah sampai tidak ada donor selama satu bulan. Tetapi sejak akhir Agustus, mulai ada meski hanya dua sampai empat kegiatan per bulan," terangnya.
Kekurangan stok, lanjut Mahardika, terjadi untuk semua golongan darah. Karena itu pihaknya berusaha memenuhi kebutuhan darah dengan berkoordinasi bersama UTD PMI provinsi dan kabupaten/kota, serta dengan keluarga pasien.