Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Saluran Irigasi Jebol di Karangasem Ditutupi Karung Pasir

Saluran Irigasi Jebol di Karangasem Ditutupi Karung Pasir
Ilustrasi saluran drainase. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Karangasem, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Perumahan dan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Karangasem memasang karung berisi pasir untuk menutupi saluran irigasi yang jebol di Banjar Dinas Punia, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Namun, penanganan ini bersifat sementara.

Sebelumnya, luapan air mengakibatkan saluran irigasi jebol dan tembok penyengker rumah warga setinggi empat meter ambruk. Air irigasi menggenangi halaman  permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dan peristiwa yang terjadi Minggu, 23 Februari 2025.

1. Dibangun tanggul darurat untuk sementara waktu

Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Masyarakat bersama petugas PUPR Perkim Karangasem membangun tanggul darurat dari pasir yang dibungkus karung. Bungkusan pasir itu ditumpuk menutupi saluran irigasi yang jebol. Panjangnya diperkirakan sekitar 3 meter.

Kabid Sumber Daya Air, Dinas PUPR Perkim Kangasasem, Made Wiguna, mengatakan aliran air irigasi sudah normal setelah dipasangi tanggul untuk sementara. Meskipun bersifat sementara, namun saluran baru akan diperbaiki jika dianggarkan. Pihaknya berharap pemerintah bisa menganggarkan.

"Air saluran ini dari atas bukit. Bukan sungai," ungkap Wiguna, Senin (24/2/2025).

2. Terdapat tumpukan sampah di saluran irigasi

Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Wiguna berpendapat, dari pantauan petugasnya, terdapat tumpukan sampah dan menyumbat saluran irigasi di Sinduwati.

"Tadi petugas ke lokasi. Banyak tumpukan sampah seperti bekas bambu, dan plastik," katanya.

Pihaknya menyarankan masyarakat tak membuang sampah sembarangan di sekitar saluran irigasi, terutama yang bermukim di hulu. Kondisi ini menurutnya menimbulkan dampak terhadap masyarakat yang bermukim di hilir sungai.

"Tak hanya di Sinduwati, beberapa masyarakat yang tinggal dekat saluran irigasi untuk tak buang sampah sembarangan. Tujuannya untuk keselamatan, dan kebersihan lingkungan sekitar," imbau Wiguna.

3. Masyarakat kaget saat kejadian

Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)
Karung pasir jadi tanggul darurat untuk menutupi saluran irigasi yang jebol. (Dok.Pribadi/Muhammad Ibnu Khaldun)

Sebelumnya, wsaluran irigasi di Sinduwati jebol, Minggu (23/2/2024) sore. Tidak ada korban jiwa dan luka selama peristiwa. Masyarakat yang bermukim di bawah saluran irigasi mengalami kerugian materiel, karena penyengker rumahnya ambruk terkena luapan air irigasi.

"Tembok penyengker yang rusak milik Ida Bagus Buruan. Panjangnya sekitar empat meteran. Masyarakat yang di bawah saluran irigasi tetap tinggal di sana, tak pindah. Saluran yang jebol sudah ditutup sementara," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Arimbawa.

Share
Topics
Editorial Team
Muhammad Ibnu Khaldun
EditorMuhammad Ibnu Khaldun
Follow Us

Latest News Bali

See More

Cegah Wabah, Dinkes Buleleng Petakan Risiko 4 Penyakit Menular

04 Mei 2026, 17:48 WIBNews